Antara Harapan dan Patah hati

Antara harapan dan patah hati

Putus asa, tapi harus usaha
Lelah, tapi tak punya solusi lainnya
Antara harapan dan patah hati,
Hari ini, patah hati …
18102017

Iklan
Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Yang Paling Berkesan dari Wisuda UM

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Bangsa yang Dibela Wali

Bersebangsa dengan manusia yg nalarnya macet cet cet !!!
Gusti, berikanlah kasihMu pada daya nalar bangsa yg dibela para wali ini. Aamiin.

Eny Erawati

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Hermeneutika Fotografi

#01 Understanding

Understanding
Jika diterjemahkan sebagai mengerti, menduduki tingkat kedua setelah menangkap.
Jika diterjemahkan sebagai memahami, menduduki tingkat tertinggi setelah mencipta.
-eny erawati-

Hermeneutika Fotografi_enyerawati_understanding_20170801

#02 The Truth

So, it is not about what kind of truth. But it’s about how do you understand the truth.
Maka ini bukan soal kebenaran yang seperti apa, namun soal bagaimana Anda memahami kebenaran.

Hermeneutika Fotografi_enyerawati_howdoUunderstandthetruth_20170801

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Dipublikasi di eny bicara Fenomena, enyerawati, fenomena, Hermeneutika Fotografi, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics, photography phenomena, Theories of Learning, tutorial, tutorial by enyerawati | Tinggalkan komentar

Instructional Models

Bagi Anda yang sedang skripsian, atau tesisan, berikut model jika Anda membutuhkannya

Instructional Design Models Infographic

http://elearninginfographics.com/instructional-design-models-infographic/

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Catatan Uji Coba Buku Hermeneutiknya Eny

Some of the notes that i’ve jote-it down

Dibaca Penuh dalam sekian jam

Dibaca penuh dalam sekian jam

2017-05-15_02-14-29

Uji Coba pada Komunitas Fotografi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Sebatas Kertas

Selalu memposisikan diriku sebagai anak, aku membiarkan pikiranku berpetualang seenaknya. Memandang segala hal dengan keingintahuan kanak-kanak sewajarnya.

Memposisikannya sebagai bapak, aku berposisi-sikap seperti caraku berposisi-sikap pada aba: mengagumi, menikmati, tapi gengsi untuk mengakui.

Meyakini aturan Rabbuna dalam mengelola segala kehidupan di bumi. Ridhallahi fi ridha al walidain. Dan walid in the name of al-ilmu adalah guru alias dosen.

Maka, aku selalu mudah menjadi super galau, manakala ….

2017-05-15_00-52-28

Serasa seperti, aku akan dilupakan -mak plas- begitu semua urusan tesisan ini selesai. Hiks. Suer aku sedih.

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar