Hermeneutic Photography: Memahami Photography

enyerawati, 28062020

Ini adalah sebagian dari usaha saya demi menjelaskan dalam bentuk bagan, apa yang dimaksud dengan memahami fotografi atau hermeneutika fotografi. Dipengaruhi pemikiran Gadamer, saya menyusunnya dalam sebuah buku sebagai bagian dari tesis saya.

  • hermeneutic photography
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • Φ terstruktur dari Δ (delta) untuk focal glow atau pencahayaan utama, ε (epsilon) untuk ambient, dan ζ (zeta) untuk shadow.
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • φEV (baca: phi_E_V), bermakna Exposure Value bersatuan phi
  • Φ (Phi) adalah φEV (phi) Exposure Value

Φ≞∫φEV⟮Δ+ε+ζ ⟯
Φ (Phi) adalah φEV (phi) Exposure Value.
Φ terstruktur dari Δ (delta) untuk focal glow atau pencahayaan utama, ε (epsilon) untuk ambient, dan ζ (zeta) untuk shadow.
∴ Phi for Photography is measured by integral phi EV which consist of Delta Δ phi φEV + Epsilon ε phi φEV + Zeta ζ phi φEV

Φ≞∫φEV⟮Δ+ε+ζ ⟯

eny erawati

α (alpha) adalah kelompok fotografer yang berperspektif fotografi dalam paradigma Δ (delta) dan ε (epsilon) dengan φEV ≧ 0
β (beta) adalah kelompok fotografer yang berperspektif fotografi dalam paradigma ζ (zeta) dengan φEV ≦ 0

∴ Phi Φ for Photography is measured by integral phi EV which consist of Delta Δ phi φEV + Epsilon ε phi φEV + Zeta ζ phi φEV
Hermeneutic Circle in Photography

Panoramic Photography

EnyErawati, 27062020

Falasia adalah mereka yang berpikir bahwa panoramic photo adalah bukan fotografi karena dibuat/dikonstruksi dari beberapa gambar berbeda.
Alsan yang sungguh tidak masuk akal.
panoramic photography SUDAH dibuat dari awal photography diciptakan. Dari sejak teknologi printing dikomersialkan.
Jika kemajuan teknologi membuat metode penghitungan exposure menjadi parameter kunci dari klasifikasi fotografer (apakah dia termasuk homo seluloid, post human seluloid, atau trans human seluloid), maka foto panoramik adalah parameter “pengunci ganda” dari pengkalifikasian tersebut.
Sesiapa yang bisa membuat foto panoramik seperti mata memandangnya -termasuk ketika membuat foto paoramic- adalah ia yang termasuk golongan yang “sudah melampuai jaman” dimana penghitungan dasar fotografi adalah manakala exposure ditakar dari hanya satu shot saja.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157509072776302&id=560571301&sfnsn=wiwspmo&extid=BMByPppRvIsN4CCn

Elemen Cahaya Fotografi

enyerawati, 18062020

Eny Erawati menyatakan bahwa ” φωτός (phōtos) γραφή (graphé) atau fotografi setidaknya memuat atau terdiri dari 3 hal, yaitu: ragam pencahayaan utama, global illumination, dan rerupa shadow”.

Pemakaian istilah “Global illumination” menunjukkan adanya pengaruh dari paradigma proses kerja dalam 3d animation dan desainer 3d kompugrafis lainnya. Dimana istilah GI (global illumination) adalah istilah dalam pipeline desain 3d yang menjadi parameter kelas setup pencahayaan agar dapat dirender oleh mesin render. GI adalah salah satu elemen metode pencahayaan dalam pipeline desain 3d.

Diantara arsitek, yang bekerja manual maupun computerized 3d, terdapat sebuah kesepakatan terhadap desain tata cahaya yang disebut sebagai IES standard.

Established in 1906, the IES is the recognized technical and educational authority on illumination. For over 100 years its objective has been to communicate information on all aspects of good lighting practice to its members, to the lighting community, and to consumers through a variety of programs, publications, and services. https://www.ies.org/about/

Tokoh besar dibalik IES adalah seseorang bernama Richard Kelly yang menggagas paradigma bahwa ” … visual truth lies in the structure of light”, bahwa kebenaran visual terletak pada struktur pencahayaannya. Dimana, struktur itu terdiri dari 3 elemen, yaitu Ambient Luminescene, Focal Glow, dan play of brilliants atau pementasan para pemeran cahaya -sekelompok cahaya beragam intensitas yang bermain demi mementaskan perannya masing-masing.

Mari kita setarakan istilah-istilah tersebut dalam fotografi:

  1. Ambient Luminescene ≈ Global illumination
  2. Focal Glow ≈ pencahayaan utama
  3. “play of brilliants” ≈ rerupa Shadow

Perbedaan dari kedua statemen itu adalah pada “pengakuan” pada peran dan pemeranan dari para penghasil intensitas cahaya yang “selain dan tidak sebesar” pencahayaan utama. Dimana Kelly menyebutnya sebagai “para brilliant” yang “diakui intensitasnya” alias berperan aktif, sedangkan Shadow berarti bayangan alias berperan pasif.

Radiosity, ray tracing, beam tracing, cone tracing, path tracing, Metropolis light transport, ambient occlusion, photon mapping, and image based lighting are all examples of algorithms used in global illumination, some of which may be used together to yield results that are not fast, but accurate.

https://en.wikipedia.org/wiki/Global_illumination

Artinya, Ambient alias Global Illumination adalah sama semaksud dengan apa yang disebut sebagai Ambient Oclussion, Radiosity, Ray tracing, Beam tracing, Cone tracing, Path tracing, Metropolis Light Transport, Photon mapping, bahkan teknik yang disebut sebagai image based lighting dalam pipeline 3d CG (computerized graphic).

Fotografer α (Alpha) dan β (Beta)

enyerawati, 07062020

Kaum fotografi α (alpha) bicara pencahayaan ⭣☀ matahari ke bawah.
Kaum fotografi β (beta) bicara pencahayaan ⭣🌚 bulan ke bawah

Karena sebagai fotografer maka fotografer harus membincangkan tentang ini ☀🌁🌅🌆🌄🌞⛅🌈⛈⛆🌇🌉🌊🌋🌌🌑🌒🌓🌔🌕🌖🌗🌘🌙🌚🌛🌜🌝🌞★☆✨🌠🌟

AutoLight Design Project: (Phi) EV

EnyErawati, 08042020

Client: AutoLight Talk Project #01: (Phi) Exposure Value
designed by Eny Erawati

Lalu, saya mulai memikirkan cara membahas konten dari perspektif “kacamata yang benar” tentang berfotografi. Correct exposure itu yang seperti apa? Parameternya bagaimana? Dan membawa saya pada pemikiran ini.