Monthly Archives: Maret 2011

Buat apa?

Buat apa juga paham per DKV an tapi gak tau cara mengajarnya, kan juga ilmunya ndak nyampek … Satu kalimat yang sangat powerful. Aku tidak yakin, dia sedang membicarakan siapa ketika menuliskannya. Aku termasuk golongan yang dianggap ‘sangat tidak DKV’ … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena, ilmu melihat | 2 Komentar

Membicarakan para Tangan ILMU

dari awal munculku disini, Ceritaku selalu tentang guruku Yang membacakan keindahan al Hikam pada telinga dan nalar hatiku, Yang mengingatkan bodoh alpaku, (tanbihul ghofilin) Yang memukul jidat bandelku, (nashoihul ibad) Yang mengajariku menyanyi setiap rabu, (tadz Juki) Yang mendongengkan sejarah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Diba

malaikat penjaga malam, yang berdiri antara Arsy dan bumi manusia. Demi suara diba yang menghiasi angkasa. Sampaikan salamku padanya. Yang menciptakan lagu dan nyanyian dengan begitu enaknya ditelinga. Allahumma sholli wasalim alaik. 10 Mar 2011 eny erawati

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

Ambient

ambient, photography menerjemahkannya sebagai nuansa, tata cahaya yang mewarnai atmospher ruang/frame. Yang pasti dia bersifat lembut, menyebar rata, dan memiliki warna. Mengisi bidang yang kosong dari refleksi refraksi cahaya dari sekitarnya :: 11 Mar 2011 eny erawati

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

kecewa

menjamah senja, membelai rasa kecewa. Tidak mudah menggambar senyum demi waktu matahari, satu dua atau tiga ke depan sana. Jika hati sedang merasa merana. Kutanya air, padanya kuajak membasuh muka. Andai ia bisa, kan kuminta air membawa kecewa, luruh bersamanya.

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

ilmu lewat mulutku

Rabbuna, betapa banyak rejeki teman temanku yang Engkau keluarkan lewat mulutku. Saat ini, aku merasa paling miskin diantara teman2ku itu. Mungkin bagi mrk, aku kaya ilmu, tugasku menjadi buku. Tapi bagiku, aku tak punya rejeki ilmu sebanyak teman2 yg terbagi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar

resah

menghitung bintang, tak kunjung terang. meraba bumi, yang masih tergenang. Resah dengan hati yang tak tenang, serasa sedang dikunya oleh jaman. Saat semua seperti bertaring berdiri disekitar, siap menerkam dalam sekali terjang. 24 Mar 2011 eny erawati

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tinggalkan komentar