Pameran Memori Bawah Tanah – Dokumenter Kontemporer

Perpuskota Malang
21.07.2011

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Suatu hari, Sebastio Salgado menjawab sesi diskusi di Galeri Foto Jurnalistik Antara. Diantara pamerannya, khususnya pada tanya atas fotonya yang bergambar ‘kubangan besar pasir hitam pekat dimana pekerjanya adalah anak anak’, ia bercerita, “our duty as photographers is to provoke a debate, and let someone else to solve it”.
::
kegagalan photographer adalah jika catatan visualnya tersebut tidak mendefinisikan masalah yang seharusnya ia sajikan dengan tajam sehingga mampu membuat orang lain tergerak untuk memikirkan solusinya.

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s