adzan fotografi

apakah semua yang berusaha memanjat menara, bersuara lantang, berusaha tampil dengan suara merdu dari ketinggian, adalah orang yang ingin mendapat pujian?

apakah karena terlalu banyak yang bersikap demikian, lalu semua orang serta merta dianggap melakukan sesuatu demi mendapat pujian?

bagaimana jika orang itu adalah seorang bilal?
bagaimana jika yang kulakukan misalnya, adalah bernilai sama seperti adzan yang dilakukan bilal?

apa Rabbuna ndak gatel mencubit telinga dan otak mereka yang gebyah uyah menilai orang sekehendak hatinya saja?

enyerawati29112011

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, ilmu melihat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s