belajar basic lagi

Diajari hal basic lagi, rasanya hati ini melompat lompat ingin membelah bumi.

Saking marahnya, saking sebelnya, karena disuruh belajar dari basic lagi.

 

‘dipanggang di Cangar, disetrap, dihina, diolok olok, dimarahi, diomelin, diketawain …’

 

Jika bertanya, apa kata hatiku ketika disuruh kembali belajar basic lagi saat ini,

Jawabannya satu, hatiku seperti melompat lompat,begitu marahnya sampai ingin membelah bumi,agar terpisah jelas jarak diantara kami. Aku dan yang mengajari. Tapi apa yang terjadi?

Aku mengatakan ‘asem’ berkali kali dan menghina diriku sendiri. Sesuatu yang kulakukan utk ‘menutup udel’ku sendiri.

Jika nafsu hatiku kuturuti, maka biar langit runtuh aku akan tetap diposisi kecerdasanku sebelum disiksa tadi.

Maka aku menghina diriku lebih keras, menyetrap diriku lebih lama, simply sampai otakku bs menerima hal baru yang diajarkannya.

Apapun strata keilmuannya, ketika dia mengajariku, maka saat itu, posisinya lebih tinggi dari otakku. Dan jika hatiku masih lebih tinggi darinya, maka otakku pun tak akan bisa menunduk dibawah yang mengajariku.

Sombong adalah awal dari bodoh.

Maka aku menghina diriku, hingga posisi yang paling ‘nista’ menurut hatiku. Pokoknya hatiku harus bisa turun, serendah rendahnya.

Baru saat itu, otakku bisa jalan, menerima apa yang diajarkan.

Kalimatnya baru terasa masuk akal.

Dan teoriku atau teorinya, baru terasa ‘salah’nya dimana.

Aku yang harus menemukan letak kesalahanku dimana,

Baru proses belajar itu, terlihat ada hasilnya.

Jangan bilang aku tidak paham rasanya.

Aku tahu benar seperti apa rasanya.

Sebelnya melebihi besaran bumi seisinya.

Tapi jk tidak mengecilkan hati kita terlebih dulu saat belajar,

Maka belajar itu tak akan ada bekasnya.

 

Kosongi dulu gelasnya, jika mau diisi baru.

Tundukkan dulu hatinya, jika ingin mengisi ulang otaknya.

 

enyerawati, 29032012

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, enyerawati, ilmu melihat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s