curhat pada matahari

ketika tidak lagi bertemu denganmu setiap hari,
maka kemana laju dunia saat ini, aku tak tahu lagi.
aku lebih banyak di rumah, mengurung diri.

ketika tak lagi melihatmu untuk latihan unjuk gigi,
aku tak lagi semangat berprestasi.
aku melihat sinar melingkupi bumi, tapi aku tak semangat lagi.

saat terikmu menyakiti kulit lenganku ini,
atau saat bayanganku begitu kerdil, tanda kau tepat diatas kepala ini,
aku tidak pernah mensyukuri ada-mu, sampai aku merasa demikian sepi, sesepi hari ini

saat sinarmu berwarna emas di pagi hari,
atau saat sinarmu berwarna jingga mengantarmu menepi,
aku tak pernah mengingat keindahanmu di dalam hati, aku tak berpikir tak melihatmu lagi

aku lazimnya manusia, yang mengaku punya hati dan bisa menghargai hari demi hari,
tapi tak sedetikpun pernah berpikir, bahwa bisa jadi, esok aku tak melihat matahari
tak pernah menghargai saat mampu melihatmu setiap hari
tak pernah berterima kasih atas ada-mu menemani

aku tahu kau tak lagi mendengarku berkata kata dari sini
kau sembunyi di balik gunung tinggi, yang berbaris membelah bumi
aku tak mampu melihatmu lagi

enyerawati 07112012

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di enyerawati dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s