Photo converting Colour to BW

Jika dulu, jaman seluloid, warna atau hitam putih, adalah satu hal yang sudah diputuskan sebelum fotografer mulai memotret. Seluruh processing juga harus metodis. Dan metodologinya mengandung logika benar salah sesuai dengan pipeline jenis processingnya.
Demikian juga dengan post pro, dimana re-coloring dilakukan masih dari dalam kamar gelap. Metode dye processing, atau metode tusir. Metodologi yang mengandung logika benar salah, sesuai dengan pipeline jenis post processing yang dipilihnya.

Jaman digital adalah workflow yang initially different. Dari hulu hingga hilir dari keseluruhan workflow fotografi.

Masing masing pipeline masih memiliki logika sesuai dengan jenis processing yang dipilihnya, namun, fotografer tidak lagi boleh untuk bersikukuh hanya berdiri di satu titik dan menganggap itu sebagai genre’nya’. Karena kebersikukuhannya malah mencerminkan betapa ia tidak mau berproses, bersama dengan jaman, dalam workflow fotografi.

Mari berproses, mari meluaskan wawasan, mari bersikap Open Mind!

AutoLight Theory converting

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di enyerawati, foto by eny, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s