Cerita (lain) tentang Komposisi

Catat kalimat saya ini di benak Anda, jangan membahasnya dengan siapa saja:
Jika Anda pernah mengira bahwa alam dan seluruh isinya ini diciptakan tanpa rumusan, tanpa ukuran, tanpa KOMPOSISI, maka itu berarti Anda adalah satu dari 2 jenis manusia,
1. manusia yang mengecilkan daya cipta Tuhannya. Pencipta kalkulator saja, bisa mengajarkan bagaimana menghitung pada banyak orang, meski tanpa kehadirannya. Tuhan pasti lebih hebat. dan Anda telah berpikir sebaliknya. atau
2. sebagai manusia, Anda memang lebih hebat dari Tuhan Anda, siapapun namanya.

::
saya, selalu yakin bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan komposisi, sehingga untuk mengajari saya agar bisa membaca komposisi Tuhan itu, maka Tuhan perlu menciptakan banyak orang jenius yang hidup sebelum saya, agar menuliskan dan mencontohkan apa komposisi Tuhan yang harus saya baca.
Meski saya tak pernah bertemu Fibonacci, dan fibonacci telah menjadi makhluk hebat di surga kata setan angka, saya dan otak diskonan dosa ini masih kesulitan memahami bahasanya.
Apalagi memahami komposisi Tuhan.
saya belajar membaca, tapi pelan pelan lah.
Adabul ilmi, saya terus belajar.
tidak memprejudice orang lain yang sedang belajar.
jika Anda tidak mau belajar, ya sudah. silahkan.
toh, hidup Anda, bukan tanggung jawab saya.

seperti memasak, jika kita bicara soto, maka dipakailah komposisi soto.
dan jika kita bicara pecel kawi, maka dipakailah komposisi pecel.
bukan untuk mengurung pecel dalam panci soto, bukan juga untuk memasukkan kuah soto ke piring pecel.
tapi untuk bisa menghargai soto sebagai soto, dan pecel sebagai pecel.

untuk menghargai foto sebagai foto (rekaman moment), dan menghargai foto sebagai penyampai pesan visual.

hanya supaya saya bisa makan sepiring nasi, Tuhan perlu menciptakan hujan, bumi, benih, matahari, pak tani, sistem tani, mesin giling dan seterusnya, untuk sampai di rumah saya, lalu Tuhan masih perlu menciptakan manusia pencipta rice cooker, piring, sendok, dan sebagainya, HANYA supaya manusia dengan otak diskonan dosa seperti saya bisa makan sepiring nasi.
::
udah berapa aturan komposisi yang dipakai dalam proses membawa nasi itu sampai ke saya?
maka jika dirimu bertemu atau mendengar ada manusia yang mengecilkan usaha manusia lainnya untuk belajar komposisi, betatapun sepele komposisi yang sedang dipelajarinya, bilang padanya untuk menyingkir.

enyerawati

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, enyerawati, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

One Response to Cerita (lain) tentang Komposisi

  1. enyerawati berkata:

    terima kasih jempolnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s