adab menemui kyai

::
Kyai adalah jembatan hati menuju Ilahi.
Jadi carilah kyai yg paling cepat menjembatani hati manusia biasa seperti kita ini, utk segera bersimpuh pada Ilahi.
Bukan yang fisiknya ganteng sekali.
Bukan yang rumah dan dhohirnya kaya sekali.
Bukan yang bajunya ‘arab’ sekali.
Tapi yg efeknya paling cepat membuat hati kita kembali pada Ilahi.
Saat duduk didepan kyai, ingatlah bahwa dia jembatan hati.
Maka tata hati, dengarkan semua suara yang berbunyi dan terdengar, dihati.
Itu cermin kita sendiri.
Manusia kualitas macam apa, kita ini, dihadapan Ilahi Robbi.
Manusia tingkat kedonyan, dimana hatinya berbisik dunia dan seisinya.
Atau manusia kepedean, yang merasa lebih benar, lebih shaleh, lebih beriman.
Paling benar pula.
Sebagai jembatan, kyai posisinya tentu lebih dekat pada Rabbuna, dibanding kita.
Maka saat didekatnya, minta ia utk mendoakan afiat kita, agar pantas disebut umat Muhammad saw, yang masih berTuhan pada Rabbuna.

Jika manusia terbiasa mendengarkan suara hatinya, insyaallah, Rabbuna akan menjaga hatinya pula.
enyerawati 28022013

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s