Dua bola api, di kedua belah tangan

Menjahit yang kurasa, menyatukan yang kudengar pada telinga
Memikirkan kalimat indah, bagaimana mengatakannya pada dunia

Makin kupikirkan, makin aku tak ingin meneruskannya
Merasa tahu benar apa bedanya, dengan kala aku tinggal mengucapkan tanpa perlu memikirkannya sebelumnya

Rejeki yang dihadapan, andai rejeki bisa dipesan

Menjaga hatiku sendiri, sungguh, seperti menjaga bumi agar tetap berputar
Seolah tidak melakukan apa apa, padahal harus terus dilakukan di setiap masa

Tuhan menciptakan tangan dan kaki, ada sepasang
Dan mengajari kita, bagaimana membawa badan
Kurasa, menjahit rasa, menyatukan yang terdengar pada telinga
Adalah hal lumrah yang sudah diajarkan sejak manusia diciptakan

Kenapa kali ini, aku merasa seperti membawa dua bola api, di kedua belah tangan ya?

enyerawati 09042013

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s