Sudahkah waktunya, hatinya bertanya

Dia terus bertanya-tanya, jauh di dalam hatinya.
Apakah sudah waktunya dia menghilang dari benak teman temannya?
Apakah sudah waktunya, dia melepaskan diri dari teman temannya?
Dan jawabannya sederhana, meski dia tidak menyadarinya.
Meski dekat, tanganku tak cukup lebar merangkul mereka semua.
Meski ada, sinarku tak cukup hangat untuk membuat mereka tertawa bahagia bersama.
Meski pintar, aku tak mampu bermain, memainkan permainan seperti mereka.
Dan aku mulai mendesah dengan nafas memberat.

Kesimpulan sederhana, aku tak bisa menjadi penggantinya.
Tuhan, bagaimana Engkau bisa membuat jawaban yang jelas bagi tanya di hatinya?

enyerawati 16042013

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s