Apakah Fotografer Tidak Bisa menjadi Kurator

One day, the questions aroused. Tapi aku sudah berlatih berkali kali, untuk memasrahkan jawaban dan tidak pernah melakukan settingan jawaban atas pertanyaan. Selama masih tentang ilmu, maka sebaiknya biarkan rejekinya yg bertanya, rejeki dari Sang Ilmu yang menjawabnya. Aku tak usah ikut men-judgment rejekinya.

“Apakah fotografer tidak bisa menjadi kurator?” aku ingat si ganteng bertanya dengan wajah polosnya.
“Tidak bisa” jawabku. lalu untuk satu dua detik, aku merasa perlu menimbang kadar kepekatan jawabanku.

“Kurator itu membutuhkan keikhlasan. Dimana mana, fotografer selalu membutuhkan pengakuan, sementara viewer membutuhkan penjelasan. Kurator harus bisa menjadi sekedar jembatan diantara mereka. Sedangkan dirinya sendiri, harus ‘hilang’.
Aku satu satunya yang sekolah fotografi diantara kami. Aku juga bisa motret kan?! Tapi setiap kali pameran, dimana peran kurator dibutuhkan, maka fotoku tak pernah boleh ikutan nampang. Kurator tak bisa ikutan pameran.
Karena tugas kurator baru dikatakan berhasil, jika ia bisa menjembatani komunikasi antara karya orang, dengan viewernya. Bukan ketika ia bisa menceritakan kehebatan dirinya, apalagi membusungkan dadanya.
Kurator baru bisa dikatakan berhasil, jika fotografernya terkenal, dan foto yang dikuratorinya bisa dipahami orang.”

Si ganteng sepertinya bukan tipe otak pentium 2. Mendengarku bicara, tiba tiba kulihat air muka nya menjadi sangat cerah. Bersinar seperti barusaja tertimpa rembulan.

Semoga menjadi ilmu.

enyerawati 24052013

 

Gambar

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, enyerawati, ilmu melihat, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s