Cermin pagi ini

10:36 eny erawati:
Membiarkan dunia bergerak, bukan berarti tidak tahu, atau setuju.
Bisa jadi, cuma karena ndak mau capek aja.
Sometimes, we just have to let the world run on it’s own way

photographer dan kameranya, adalah seperti seseorang dengan keris pusaka sakti mandraguna di tangannya.
udah punya keris sakti, berusaha keras supaya menjadi keris senjata paling sakti dan mumpuni, lalu dipakai utk apa?
bela diri, duank?

sebagian jagoan jaman dulu, memakai keris saktinya, utk menjadi petugas piket penjaga kota.

kita?

menggunakan isi kamera, eh, keluaran kamera dink, untuk merayu cewek saja, jarang jarang.
lebih sering, kita memakai keluaran kamera, utk pamer dada duank.

Jadi, kita ini jenis fotografer penyanyi kamar mandi, atau pengamen jalanan, atau, artis yang layak konser dan ditiketkan?

09:13 Fadli Rozi:
memotret karena diri sendiri atau memotret karena orang lain?

Membiarkan dunia bergerak, bukan berarti tidak tahu, atau setuju.
Bisa jadi, cuma karena ndak mau capek aja.
Sometimes, we just have to let the world run on it’s own way

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, enyerawati, Photo Critics, photography phenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s