Manusia (Sering) Lupa

Manusia, kadang mendapat rejeki karena sudah bekerja, sudah mengerahkan usaha.
Kadang serasa cuma beruntung saja, saking minimnya dalam hal dia berusaha.
Sehingga, manusia sering lupa, bahwa selalu ada tangan Tuhan dalam rejeki, apapun bentuknya.
Dan selalu ada hadiah, bagi umat Tuhan yang mengerahkan energinya, untuk berusaha.
Manusia juga, sering lupa, bahwa hasil, adalah satu satunya yang mampu dilihat manusia lainnya.

Dan karena lupa, maka,
Manusia sering tersinggung jika manusia lain tidak menghargai prosesnya dalam berusaha
Manusia sering mengakui rejeki sebagai hasil usahanya, mengakui hadiah Tuhan, sebagai hasil jerih payahnya.
Manusia juga sering meremehkan perintah Tuhan untuk berusaha, dengan berkata, ‘nanti lak muncul juga’
atau, ‘paling juga sama saja’
Padahal masalahnya, si manusia lah yang ‘terbatas’ dalam meliha masalah, atau meletakkan dirinya atas masalah

Andai manusia berhati cukup lapang dada dalam menerima perintah Tuhan sebagai perintah
dan cukup lapang dada dalam menerima pemberian Tuhan sebagai pemberian
Maka surga, isinya pasti cuma manusia

enyerawati, 15 SHa`baan 1434 A.H.
photo: Andri Sulistyo

andry sulistyo

Super Moon 2013 on Batok Mountain

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s