Waktu pun ada batasnya

Ketika aku kecil, kurus, dan setipis papan
Aku sibuk menggembungkan badan, berusaha setinggi mungkin mengalahkan tingginya tiang

Ketika aku kecil, bodoh, dengan impian menjulang
Aku sibuk melahap semua ilmu, menyimpan semua data, dan berusaha secerdas mungkin dihadapan orang orang

Lalu aku tua, ringkih dan renta atas nama masa
Aku mulai bicara waktu yang ada batasnya, dan temanku tidak terima mendengarnya

Apa yang sudah kau lakukan, sehingga merasa sudah waktunya pulang, sekarang?
dengan gusar, padaku dia menuliskannya

Tercekat, terdiam, aku menitikkan air mataku perlahan

Jika yang dilakukan sudah tidak lagi ada maknanya,
Jika suara ilmu sudah tak lagi membuat hati manusia yang mendengarnya bergetar,
itu sudah sebuah pertanda, bahwa yang memegang ilmu telah habis masa,
tugas penyampai ilmu itu, telah paripurna,
bagi sesiapa yang menyadarinya

sedangkan ilmu, karena ada pemiliknya, maka akan kembali pada sang Ilmu yang telah mengatur segala sesuatunya

enyerawati 26062013

 

Gambar

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s