Tentang Timelapse Fotografi ala Warkop Malang

Ini catatan perngomelan fadli padaku (kami), jadi, jika tidak paham, silahkan klik link nama yang mengomel dan menhubunginya sendiri.  Tapi percayalah, jika tidak mencobanya sendiri, anda benar benar tidak akan mengerti. You’ll be totally lost.

nanya serius bro.
ketika mbikin timelapse,
kita menjaga exposure value untuk menjaga timing kan?
lalu, kapan menentukan kalo kita sudah harus mulai ganti exposure untuk menceritakan laju waktu?

Fadli Rozi Sing jelas ada 3 cara; full auto, semi auto, dan manual. Bisa ditebak yg full auto bakal ngaco kemana-mana..
Semi auto
– Bisa maen EVnya (baik itu dibantu dg penahanan ISO atau Auto ISO)
– Bisa maen stops dg menggunakan ISO sembari memperhatikan hasil hitungan per frame dari met kamera, jadi tinggal menentukan 1 varian, 1 varian lainnya ngikut, dan 1 varian (ISO) dimaenin untuk penahanan hasil metering exposure kamera.
*gak enaknya di mode ini adalah kita ndak bisa ngatur seenak jidat setingannya sesuai dg kebutuhan dan keinginan, tetapi enaknya semua dihitungkan ama kamera dan kita tinggal maen kompensasi

Manual
– Ya manual semua lah..
*gak enaknya mode ini adalah semua manual, yg otomatis kita harus memasukkan semua kebutuhan ke dalam kamera plus dg hasil metering kita, jadi bakal lambat banget hitung-hitungan exposurenya, secara manual gitu loh.. Tetapi enaknya, semuanya fixed dan kita bisa geser kanan kiri seenak jidat sesuai keinginan.

Nah ketika kita ingin menceritakan waktu, yg paling mudah adalah pada saat gradient, jadi ada pilihan, mau pake mode apa? Apa bisa kita pake kedua mode bergantian, semi auto ke manual atau manual ke semi auto dg cara klik atas? Kalo lagi beruntung pake 2 kamera sih enak, 1 buat motret dan 1 nya buat ngukur exposure..

Yg perlu diingat adalah durasi atau jeda perframe, secara kalo pendek banget jedanya, cukup ndak waktunya untuk geser?
Masalah converting dan post pro ya seperti itulah, ndak ada bedanya dg poto yg lain

kalo ada pertanyaan met nol ada dimana? seperti biasa, ya pada saat mau memulai pemotretan

kalo bisa menjaga exposure, berarti bisa menceritakan waktu bukan? kok pertanyaan ane jadi mbulet ya?
menjaga exposure = mengikuti waktu, bukan?

exposure itu cuman ada 1 doang, dan tetap, lek kondisine tetap. lek kondisine berubah, yo ‘melok’ lah.. nah masalahe melok e iki yaopo carane,
– ngukur exposure pake cara manual (sing pastinya lambat dan bikin kriwul otak)
– ngukur exposure dg cara semi auto (sing mek gari geser kanan kiri)
– ngukur exposure dg cara full auto menyisan (cek buyar semburat gak jelas munggah mudune, tapi paling enggak kenek dijagakno lek ram dan processor lagi nyantol nde uwit..)

mbalik maneh,

Sing jelas ada 3 cara; full auto, semi auto, dan manual. Bisa ditebak yg full auto bakal ngaco kemana-mana..

Semi auto
– Bisa maen EVnya (baik itu dibantu dg penahanan ISO atau Auto ISO)
– Bisa maen stops dg menggunakan ISO sembari memperhatikan hasil hitungan per frame dari met kamera, jadi tinggal menentukan 1 varian, 1 varian lainnya ngikut, dan 1 varian (ISO) dimaenin untuk penahanan hasil metering exposure kamera.
*gak enaknya di mode ini adalah kita ndak bisa ngatur seenak jidat setingannya sesuai dg kebutuhan dan keinginan, tetapi enaknya semua dihitungkan ama kamera dan kita tinggal maen kompensasi

Manual
– Ya manual semua lah..
*gak enaknya mode ini adalah semua manual, yg otomatis kita harus memasukkan semua kebutuhan ke dalam kamera plus dg hasil metering kita, jadi bakal lambat banget hitung-hitungan exposurenya, secara manual gitu loh.. Tetapi enaknya, semuanya fixed dan kita bisa geser kanan kiri seenak jidat sesuai keinginan.

Nah ketika kita ingin menceritakan waktu, yg paling mudah adalah pada saat gradient, jadi ada pilihan, mau pake mode apa? Apa bisa kita pake kedua mode bergantian, semi auto ke manual atau manual ke semi auto dg cara klik atas? Kalo lagi beruntung pake 2 kamera sih enak, 1 buat motret dan 1 nya buat ngukur exposure..

Yg perlu diingat adalah durasi atau jeda perframe, secara kalo pendek banget jedanya, cukup ndak waktunya untuk geser?
Masalah converting dan post pro ya seperti itulah, ndak ada bedanya dg poto yg lain

lek ngikutin, berarti carane lak gampang toh?
– njepret 1 > dadi
– njepret maneh > dadi 2
– njepret maneh > dadi 3
– didadekno 1 > stop motion > timelapse

exposure berubah?
– njepret 1 > dadi
– njepret 2 geser > dadi
– njepret 3 geser > dadi
– didadekno 1 > stop motion > timelapse

*masalahe nggeser e nggawe opo? yo nggawe kamera lah..

dasare timelapse iku lak tekan film kan?
dasare film iku lak tekan poto digandeng-gandeng kan? sing pada awalnya disebut stop-motion kan?

dasare stopmotion iku lak poto tunggal kan?

dasare poto tunggal iku lak ..??

::
Fadli Rozi pake metoda apapun, manual, semi auto, full auto, lek udah punya ‘patokan’ dengan dasar met nol, lak gampang toh?

Foto

Photos from Fadli Rozi’s post in WARKOP MALANG
salah satu fungsi metering nol pada saat sun rise/set

::
dan pembicaraan itu memaksa kami untuk kembali berlatih metering nol dan variasi, dengan secepat cepatnya.
no matter how incapable i am.

enyerawati 30.08.2013

::

17:01 Fadli Rozi Untuk menjaga kamera biar bisa terus mengukur exposure value (asiso) sehingga bisa mendapatkan hasil eksposure yg kita inginkan, baik itu normal maupun tidak, namanya kompensasi EV Kamera

17:01 Fadli Rozi Rumus EV beda ama EV kamera

17:01 Fadli Rozi Variasi, naik turun, kompensasi metering kamera

17:02 Fadli Rozi Variabel >> sama eksposure, beda asiso |  Variasi >> beda eksposure

17:06 Fadli Rozi Timelapse:
Manual
Ya manual

Semi auto
Jaga metering kamera dg kompensasi EV via EVC

Auto
Ya auto

17:07 Fadli Rozi FEC > Flash Exposure Compensation  |   EVC > Exposure Value Compensation

::

aku?
duduk di pojokan, mikir.

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s