Foto Nonsens

Bagi yang sumpek dengan semua penjelasan saya atas istilah, silahkan tekan new tab.
Saya sedang serius bicara tentang definisi, peta, dan fakta dunia fotografi Indonesia.

Dan jika Anda mencibir, tolong pahami, bahwa mungkin, fotografi cuma dunia hobi bagi Anda. Tidak penting penting amat. Sementara fotografi adalah banyak hal tentang saya dan orang orang seperti saya. Mempertanggung jawabkan kesempatan mencari ilmu pada Tuhan itu bukan perkara sepele.

::

Nonsens

Coba amati foto rumput saya.
ada 2 gambar yang saya bandingkan sejajar.
satu saya pasangi tema ‘among many others’
satunya, saya pasangi tema ‘separated’

 

Berkali kali saya keliling banyak tempat dan ketemu banyak teman di beberapa kota, masalahnya selalu sama.
Pertanyaan mereka selalu sama. Bagaimana menilai satu foto itu bagus dan tidak?

 

Sebagai akademisi, pertanyaan itu sangat menohok. Bagus dan tidak harus diukur dengan parameter tetap, jika ingin disebut sebagai cabang/bidang keilmuan. Dan terus terang, saya bisa pingsan jika harus menduga duga, parameter (ilmiah) apa yang dipakai setiap orang yang menyebut dirinya kurator, atau guru, atau profesional, untuk menyebut satu karya itu bagus dan tidak (atau belum) bagus. Saya merasa sangat patut menduga, bahwa belum ada parameter tetap yang dipakai oleh siapapun untuk menentukan bagus dan tidaknya sebuah foto, kecuali selera.

 

Dan selera, adalah sangat tidak ilmiah.

 

Jika parameternya adalah selera. Maka anti parameternya adalah selera juga.
Bagus vs Nonsens

Sangat tidak ilmiah bukan?!

Lho, kan katanya ada cabang keilmuan yang namanya etika dan estetika?

Iya, tapi hasilnya bukan bagus dan tidak. Hasilnya adalah, Jika sesuai kaidah estetika maka karya itu bernilai estetis. Jika tidak sesuai maka karya itu bernilai unesthetic.
Begitu juga ketika berhadapan dengan etika. Jika sesuai maka namanya bernilai etis, jika tidak sesuai maka bernilai tidak etis.

Lalu bagus dan tidak bagusnya bagaimana?

Pertanyaan ultimatenya adalah, lalu bagaimana menentukan si A lebih bagus dari si B? Dan si C adalah juara dari semua yang terbagus? Bagaimana menentukannya?

Saya akademisi, dan kan kita sama sama pernah sekolah demi sarjana, maka kita sama sama tahu kan, metodologi keilmuan itu yang seperti apa. (kecuali jika skripsinya tumbas).

Selera, tidak bisa di runut keilmiahannya. Hasilnya selalu tidak tetap. Tidak ada ‘benar’ dan ‘salah’ dengan selera. Maka dari itu, dia disebut tidak ilmiah.

Dan kalimat sederhana dari ‘tidak sesuai dengan logika ilmiah’ alias abstrak, adalah Nonsens.

Sederhana, tapi menusuk. Dan saya tidak suka menggunakan kata itu.
In short,

Bagus adalah soal kesesuaian dengan selera
Kebalikannya, yaitu tidak bagus, adalah soal nonsens

 

Pusing?

Jika Anda cuma hobiis, saya kan sudah mengingatkan, new tab kan saja tulisan ini.
Tulisan ini, khusus buat mereka yang berposisi menjadi pendidik.
Terima kasih telah sudi membaca.

enyerawati 03012014

enyerawati_20140101_variable

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, enyerawati, foto by eny, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Responses to Foto Nonsens

  1. rumahpentaprisma berkata:

    Selera itu sangatlah politis…hehhehe..jika berkenan mampirlah ke tulisan saya perihal selera dalam fotografi..hehehe http://rumahpentaprisma.wordpress.com/2013/11/22/fotografi-selera-dan-kelas-karena-selera-itu-mata-dan-rasa/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s