Validasi dan Validator

*mommy ketip ketip*
‘validasi dan validator?’ sorot matanya seperti ingin mengerti, tapi kesulitan.

‘validasi itu bukti bahwa dia berhak untuk diperbolehkan melakukan sesuatu. validator itu orang yang mensahkan nya untuk melakukan itu. biasanya pembimbing dan pengujinya.’ jelasku.

‘untuk apa foto perlu begituan?’ tanya mommy

‘ndak perlu, jika yang dihadapi cuma sekumpulan para hobiis. atau para pemilik kamera. ndak perlu validasi dan validator selain alat yg dimilikinya.
tapi jika berhadapan dengan dunia ilmiah, mahasiswa, yang pasti butuh sumber data valid, maka dia dan seluruh karyanya, butuh validasi dan validator. dan itu ribet.
kalau kyai ada runutan sanadnya. bisa ketahuan siapa yg nyempal, siapa yang tersesat dan seterusnya.
kalau di fotografi, sanad murninya campuran, kalau tidak pintar, ujung keilmuannya bukan menuju pada keilmuan fotografi, tapi malah ke arah lain.
di Indonesia, soal validasi & validatornya ini yang bermasalah. mekanismenya ada dan jelas, tapi validatornya itu yg susah menemukannya.
hobiis berpatokan dan berpegang teguh pada senioritas.
sedangkan makhluk ilmiah, tidak bisa hidup dengan mekanisme begitu. tidak diperkenankan.

maka kejadianlah, pegang kamera, diitung tahunnya, bukan ‘perkembangan penggunaannya’. senioritas dilihat dari jumlah tahun dan jumlah kameranya. kasta, dilihat dari earning per yearnya. dan yang scholars (mahasiswa) ndak dapat apa apa.
orang paling ilmiah di fotografi indonesia, adalah, quote en quote, para engineer di pabrik kamera.

kelirumologi?
emang mau dibenerin?’ — aku mengakhiri cerita.

mommy tetap ketip ketip, seperti ingin mengerti.
lalu adzan berkumandang, pembicaraan meja makan, di tutup dengan tenang.

enyerawati 26012014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, photography phenomena dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s