Ceritanya, tadi pagi aku menulis begini:
Jika kalian tidak mampu memahami alasan kegilaan semacam ini, maka tolong ingat kata kataku ini.

One day, nanti, suatu saat, mereka yang mengerti, tidak akan lagi menghakimi ‘kegilaan’ semacam ini dengan penilaian yang selebar otaknya sendiri.

Dalam dunia perdagangan. hanya ada 2 jenis manusia, yaitu penjual dan pembeli. Secanggih canggihnya marketer, maka sejatinya ia adalah penjual. Sehedon hedonnya atau se-smart smartnya buyer, ia adalah pembeli.
Maka menguasai pasar adalah manakala seseorang mampu menata dirinya sehingga berpengaruh (baca: merubah) gaya orang orang berbelanja dan memakai barang belanjaannya. Penjual akan segera menyesuaikan diri begitu pasar mulai berubah.
Bahkan pabrikan akan terpaksa merubah dirinya, jika, pangsa pasarnya menghendaki perubahan.

Menguasai pasar tidak harus menjadi penguasa pasar.
Biar saja mereka yang berduit dan kaya itu menjadi kelinci percobaan pabrikan.
Biarkan saja mereka yang berbelanja karena nganggur itu menjadi kolektor barang. Toh mereka tidak memakai uang Anda kan?!
Jika karena bodoh maka kita menjadi pangsa pasar yang akan selamanya di set sebagai pasar pabrikan apa saja, lalu kita tidak berbuat apa apa untuk merubahnya, maka, anak cucu kita nantipun akan mewarisi strata kepasrahan kita itu.

Kyai-kyai sepuh sudah mengajarkan untuk menciptakan karya besar yang kemudian menjadi kitab rujukan utama di universitas di negeri arab sana. Kyai-kyai sepuh bukan cuma mencontohkan bagaimana mengekspor karya, tapi juga bagaimana menetakan kualitas dan parameter tertinggi atas karya.
Lalu. sesungguhnya, siapa yang mengajari kita untuk menjadi generasi konsumen belaka?

Jika saat ini, anda belum memahami kenapa ‘kegilaan’ semacam ini harus di buat dan istiqomah untuk di buat. Maka tolong ingatlah kalimat saya di atas.
Sesungguhnya, siapa yang mengajari kita untuk menjadi generasi konsumen belaka?

enyerawati, 10062014

 

 

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s