Lomba Fotografi di Universitas Negeri Malang

 

saya cuma menilik yang fotografi saja. “karya yang dikirim menjadi hak panitia”
O M G … omaigod
sayembara..sayembara…buat semua mahasiswa um silahkan ikutan
Foto Sjah Pahlavi.
  • Eny Erawatikita perlu bicara ama pak Kachung kali ya? *jadi mikir*
  • Eny Erawatifirst question, ngapain sampai S2 fotografi (kalo ada), jika hasil buatannya cuma buat dikumpulin dan dikasi gratis ke lembaga apapun, atas nama lomba?
    second, dari jaman kapan, kalimat itu sudah obsolet pak. Paling tidak untuk fotografi, kalimat seperti itu sudah sangat obsolete. Karena hak cipta akan tetap dimiliki pembuatnya. Hak edar doang yang bisa dipindahkan.
    third, parameter penjuriannya apa? bukankah penyelenggara lomba adalah lembaga pendidikan?! maka parameternya harusnya jelas. paling tidak, untuk yang fotografi saja.
    selainnya, saya pikirkan kalimat yang lebih sopannya dulu lah ya.
  • Eny Erawatiby the way, saya tidak bisa memprotes pak Andreas atau pak Gun kan ya?! Sesuatu sebesar ini pasti adalah hasil keputusan banyak orang, banyak kepala kan?!
  • Eny ErawatiAgain, saya, Eny Erawati S.Sn tidak mendukung lomba fotografi yang tidak memiliki parameter ilmiah. Jadi, protes saya ini bukan karena saya ingin menjadi juri.
  • Eny ErawatiPara jurinya, harusnya, titelnya diatas saya kan?!
  • Eny ErawatiTawaran solusi:
    1. Jika ingin punya foto bagus, pitching. Kumpulkan fotografer dan tanyakan konsep foto mereka, plus berapa harganya.
    2. Jika ingin pameran, maka pengumumannya adalah PAMERAN. bukan lomba terbuka. Fotografi tidak memiliki ‘working culture’ yang sama dengan cabang seni lainnya.
    3. Saya belajar membuat rubric di kampus UM. Dari lembaga inilah seharusnya standar pendidikan negeri ini berasal. Maka, ajari Indonesia untuk memakai rubric itu sebagai metodologi standarnya.
    4. Bubarkan lomba fotografinya, teruskan lomba yang lainnya.
    5. Jangan lagi menuliskan “karya yang dikirim menjadi hak panitia”.
Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s