Tamed your own dragon

tame  (tam)

adj. tam·er, tam·est

1. Brought from wildness into a domesticated or tractable state.
2. Naturally unafraid; not timid: “The sea otter is gentle and relatively tame” (Peter Matthiessen).
3. Submissive; docile; fawning: tame obedience.
4. Insipid; flat: a tame Christmas party.
5. Sluggish; languid; inactive: a tame river.

tr.v. tamed, tam·ing, tames

1. To make tractable; domesticate.
2. To subdue or curb.
3. To tone down; soften.

Pembicaraan mommy dan aku,

Aku: mulakno aku mbiyen ndak dimuluskan sekolah utk terus jadi profesor. Aku bisa membayangkan andai aku sudah jadi profesor jaman itu, sopo sing iso ngandani aku? (=andai saya sdh jadi profesor jaman itu, siapa yg bisa menasehatiku?)

Mommy: nek mbiyen awakmu iso sekolah dhuwur trus iso dadi profesor, sopo sing iso ngandani nggenahno? Wong gak duwe kuping ngunu. (=andai dulu kamu sudah sekolah tinggi lalu sampai bisa jadi profesor, siapa yg bisa menasehatimu? Wong kamu ndak mau mendengarkan nadehat dari siapapun).
Nek mbiyen dadio profesor yo maleh dadi profesor keblinger ngunu kuwi.

Mommy tdk menunjuk profesor siapa siapa. Mommy cuma mengukur tingkat kembegedudan saya, anaknya.
Yang dulu, pernah punya otak lumayan cerdas. Yang dulu, pernah super analitik dalam membaca segala hal. Yang dulu, selama di jakarta, sangat jauh dari kyai dan ulama. Dan itu merusak ‘bangunan’ kepribadianku sebagai anak mommy.
Sekarang, magnet banyak kyai membuatku lebih lunak.
Tamed my own dragon.
Kritisnya tdk hilang, cuma teramat sangat jauh lebih lunak dan ‘sopan’.

Saya sekarang justru marah atau tepatnya uring uringan jika tdk ‘ketemu kyai’, apapun metodenya.
Bukan demi orang lain. Tapi demi mengendalikan lingkungan ‘naga’ saya sendiri.

Tamed your dragon.
Film kartun itu.
Tapi pesannya jelas.
Kita tumbuh utk mengenali our own beast/dragon.
Kita tumbuh utk mengendalikan our own dragon.
Mau ia Toothless, si naga ompong yg doyan ikan. Atau dragon yang paling manusia sekalipun, kita harus mengenali dragon kita, dan mampu mengendalikanya.

Tamed you own dragon.
Terutama yg menetap di dalam kepala.

enyerawati, menjelang ramadhan 2014M

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, enyerawati, ilmu melihat dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s