Menolak menertawakan situasi politik

Kenapa aku tidak mau ikutan merespon soal politik, bahkan ketika itu maksudnya hanya becanda?

Karena tidak ada yang perlu ditertawakan dari calon nasib manusia sebangsa, bangsa kita sendiri pula.
Aku cuma merasa tidak patut saja untuk tertawa, mentertawakan, atau, membuat bahan tertawaan atas nasib bangsa.
Dari keduanya, justru karena melihat tingkah kalian, aku malah bersedih pada nasib kita di masa datang.

Pembelaan kalian terlalu berlebihan.
Sementara daya tawakkal (yg salah satunya dengan menerima apapun yang akan terjadi nanti sebagai keputusan umaro kalian), juga sepertinya nyaris tidak ada.
Padahal sederhananya, aku sudah pernah bilang, tidak akan dijadikan manusia menjadi pemimpin manusia lainnya kecuali dari manusia sejenisnya. Pemimpin kalian itu nanti, like it or not, adalah muka kalian sendiri juga.

Bagaimana bisa kalian tidak mau menerima raut wajah kalian sendiri di depan cermin?

Menjumpai buruk muka di pantulan, cermin di pecahkan

Begitukah sikap dewasa kalian?!

enyerawati 11072014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s