Malaikat di sekitar twilight

landscape photo_enyerawati_21012013

“Pada bulan ramadhan, malaikat yang turun ke bumi jumlah berkali kali lipat lebih banyak dari hari hari biasa. …..” ceramah tadz Atho kapan hari.
tadz Atho bisa membacakan hadistnya.
Aku cuma ingin menariknya ke alam yang kalian bisa lihat dengan mata kepala.

Malaikat terbuat dari Nur Allah. itu kita bisa sepaham kan?!
BEntuknya apa? Bentuknya cahaya yang adalah kumpulan sinar sinar. Tidak semua sinar (rays) memiliki panjang gelombang yang kasat mata. Tapi jika kita ada di belokan sudut tertentu dari pembiasannya, maka, ada kemungkinan kita bisa melihat cahaya atau salah satu dua tujuh dari sinar sinar itu.

Kita berada di garis khatulistiwa, artinya kita tidak bersudut terhadap putaran bumi. artinya lagi, kita hanya bisa melihat cahaya ‘aneh aneh’ saat matahari terbit, atau terbenam. Dan kita menamainya twilight. Sinar sinarnya, kita anggap mewarnai angkasa. Terserah kalian lah.
Bagiku artinya sederhana. Kita hanya berkemungkinan ‘merasa’ melihat malaikat, hanya saat twilight DUANK. Itupun, kalau MERASA.
Pada umumnya sih, manusia manusia mbegedud seperti kita, berhenti di menikmati keindahan warna nya saja. Point stop. Jarang sekali yang berpikir bahwa sinar sinar itulah salah satu bukti gerakan malaikat yang mengatur benda benda semesta ini, under satu perintah, dari Ilahi Robbi.

Oke, ada yang berusaha memotretnya. Ada yang memvideokannya. Mari kita pikirkan lagi. Yang di foto atau di videokan, apanya?

Pada bulan ramadhan, malaikat yang turun ke bumi, jumlahnya berkali kali lipat lebih banyak. Itu kata kitab. Allah mengikat syetan dan menurunkan malaikatNya ke bumi, itu kata Quran.

adakah yang menyadari APA BEDANYA bagi mata manusia bumi?

adakah yang memikirkan bagaimana mengukur perbedaannya? apa metodenya? apa alat ukurnya? bagaimana membandingkan dengan bulan lain?

Kalau tidak ada bedanya, atau kita tidak bisa melihat bedanya, bukankah itu berarti kita tidak percaya pada kalimat Tuhan?

Saya ulangi. Oke, ada yang berusaha memotretnya. Ada yang memvideokannya. Mari kita pikirkan lagi. Yang di foto atau di videokan itu, apanya?
Jejak dan usaha mencari bukti dari kalimatulloh, atau orang yang mejeng di depannya?

Tidakkah ini dholim kita pada Allah yang menciptakan semua sistematika bumi dan seantariksa alam raya?

yang jelas, sepertinya, Lailatul Qodr bukan hari ini ya.

enyerawati 19072014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s