aba dan kyai Masduqie Machfudz

hari ini, berkali kali sejak witiran semalam, aku seperti mendengar suara kyai Masduqie saat tertawa lepas menceritakan betapa lucunya apa yang beliau beliau lakukan pada abaku dulu.
“aku iki kancane abamu. Mbiyen tau seleh duwit barang. Gus Mad yo iyo. Hahahahaha” (=saya ini teman abamu. Dulu pernah meminjamkan uang pada abamu. Gus Mad juga.)

Belum pernah, kecuali saat itu, aku mendengar kyai Masduqie tertawa selepas itu, seolah sangat bahagia. Tahun tahun yang beliau sebutkan itu, adalah tahun saat aku masih setinggi panggul kyai. Masih sangat piyik. Gus Mad (KH Suyuthi Ahmad Dahlan – Kacuk) sangat sering ke rumah kami. Sangat perlente, dan selalu memakai setelan putih dengan sepatu pantofel yang mengkilap. Suatu saat, beliau meminjam KTP aba dan mommy. Mommy bertanya, tapi jawabannya adalah ‘wes talah!’.
Untuk kota kami waktu itu, radio masjid jami adalah satu satunya radio yang di dengarkan orang sekota setiap hari. Pada akhir minggu, masjid jami mengumumkan nama nama orang yang akan berangkat haji tahun itu. Dan diantaranya adalah nama aba dan mommy.
Kaget? iya lah. Duit ndak ada. Itu yang pasti.
Dari sanalah aba menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang pedagang elektronik sejati yang sangat kapabel dan bisa di percaya.
Entah waktu itu uang datang dari mana. Pokok ada banyak kyai yang tiba tiba muncul di toko kami di pasar dan memberi pinjaman uang pada aba. Kyai-kyai yang bahkan mommy baru tahu kapasitas ‘besar’nya, saat beberapa tahun terakhir ini mommy diajak bu nyai keliling sowan kyai.
Saya baru tahu, bahwa kyai Masduqie adalah salah satunya. Dan yang mengharukan adalah, beliau tertawa teramat sangat bahagia kala menceritakannya pada kami.

Aba bukan aktifis organisasi NU. TApi ‘teman’ seangkatan aba saat ini menjadi orang besar NU semua. Beberapa diantaranya sudah pulang. Salah satunya adalah ‘cak’ prof Mas’ud. salah duanya adalah almarhum ‘cak’ kyai Imam.

Jaman itu, yang mambu NU dipanggil ‘cak’, yang Muhammadiyah dipanggil ‘mas’.

BAgaimana aba bisa terhubung ke para kyai besar itu, dan dipinjami uang untuk diputar supaya bisa membayar ONH dalam waktu kurang dari 6 bulan?
Itu pertanyaan yang tidak bisa di jawab dengan akal. Terutama karena sebagiannya, aba sendiri tidak paham bahwa beliau beliau itu adalah kyai.

Aku cuma ingat bahwa National Gobel mempercayakan banyak barang ke aba atas jaminan rekomendasi dari toko Kijang. PEndek kata, secara dhohir, Toko Kijang lah yang membuat aba bisa memutar roda perdagangan dan segera cukup membayar ONH untuk berdua.

Yang paham sejarah perdagangan di kota Malang, mungkin, bisa memahami dimana letak ‘tidak masuk akal’nya.

Sampai sekarang, yang tidak masuk akal ada banyak. Kurang dari 6 bulan, aba bisa punya uang cash untuk membayar ONH untuk berdua mommy. Pesawat jaman dulu kan tidak seperti pesawat jaman sekarang.
Poro kyai yang ke toko kami di pasar, adalah kyai-kyai besar NU. Padahal satu satunya kyai yang aba memang sering diajak sowan waktu aba masih kanak kanak, hanyalah mbah Hamid Pasuruan.
Bagaimana poro kyai besar itu bisa terhubung ke aba? Entahlah.

Plus, faktanya, kyai Masduqie yang jelas jelas selalu mengusahakan hidup bersahaja, bisa meminjamkan uang untuk aba, dengan sebahagia itu.

Tidak selalu, hal hal dhohir di dunia ini, bisa dicari logikanya. Kala itu terjadi, sandarkan saja logika kita pada sang pencipta mekanisme logika.

Kun fayakun. Jika Allah berkehendak, maka jadilah.
Di desain lengkap sampai utilitas terkecilnya. Error proof. Asal bisa meraih ridho Allah dari ridho orang tua sebagai modal awalnya.

ila Kyai Masduqie Machfudz, wa ila aba ana H. Munif Moechid, al fatihah.

enyerawati 27ramadhan 1435H | 25072014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s