Membaca Foto Supermoon Canberra buatan Fadli Rozi

Barangkali anda termasuk yang tidak tahu bagaimana membaca foto itu. Atau, merasa takjub, tapi juga bertanya tanya, sebenarnya apanya yang bagus?

Seringkali, pengunjung di Galeri Foto Jurnalistik Antara pada jaman saya masih aktif membantu di sana, pengunjung dengan latar belakang ilmu eksakta atau ekonomi, kesulitan memahami apa dimana indahnya sebuah foto untuk bisa disebut bagus dan layak pasang di GFJA.

Maaf, saat inipun saya masih belum membahas parameter bagus dan tidak bagus dari foto. Terutama di tulisan ini, saya tidak membahas soal bagus dan tidak bagus. Saya akan mencoba menjabarkan apa yang perlu dibaca di foto ini, dan melebarkan wacana andai selama ini belum tahu.

Saya memberinya nomor untuk memudahkan metodologi penjabarannya.

fadli di koran Canberra

  1. Speed. Jika Anda belum pernah memotret malam, maka Anda mungkin tidak tahu apa yang benar dan musti dibaca dari gambar orang lompat ini. Metode menjelaskannya adalah dengan mencoba. Cobalah memotret orang melompat pada jam rembulan sedang menerangi jagad. Tidak memakai bulan sebagai backgroundnya juga tidak apa apa. Intinya adalah amati speednya. Memotret orang melompat di jam rembulan sedang bekerja menyinari bumi bagian kita.
  2. Tekstur. Yang ini lebih mudah untuk dijelaskan, karena hampir semua orang yang mencoba memotret bulan akan mendapatkan satu dari 2 keadaan. Kalau tidak berdetail dengan daerah disekitarnya yang hitam pekat, maka, bulannya over, terang benderang, bahkan mungkin ber-flare. Foto diatas, bulannya bertekstur. Pikirkan foto tersebut berada di speed berapa. Kalau tidak bisa memikirkannya, maka seperti saran saya di awal, coba saja lah. Karena metode menjelaskannya adalah dengan mencoba. Kalau penjelasan saya kurang masuk akal, maka satu satunya solusi adalah Anda harus mencobanya, demi membuat Anda sendiri menjadi paham.
  3. Scale. Ini agak rumit menjelaskannya. Anda harus menguasai pemahaman tentan lensa dan pengaruh panjang pendeknya lensa. Focal length sangat berkaitan dengan scale subyek subyek yang berada di depan lensa kamera. Apa yang terjadi jika kamera mem-focus pada titik terdekat dari focal length terpanjangnya. Apa yang terjadi jika kamera mem-focus pada titik tengah dari focal length terpanjangnya. Apa yang terjadi jika kamera mem-focus pada titik rada jauh dari focal length terpanjangnya. Apa yang terjadi jika kamera mem-focus pada titik terdekat dari focal length terpanjangnya, tapi, titik itu berada sangat jauh dari kamera, atau, sangat dekat terhadap kamera. Apa yang terjadi? Dan saran saya tetap. Jika tidak bisa membayangkannya, maka, sebaiknya Anda coba sendiri saja.
  4. Place. Dimana Anda akan melakukan pemotretan, menentukan kapan sebuah scene bisa dieksekusi. Sama sama bulan, jika Anda memotret di lampung atau di anak Krakatau, akan berbeda waktu dengan jika Anda memotret bulan, di Bali. Meskipun tanggal dan hari pemotretannya sama. Memotret di titik yang sama pun, akan berbeda waktu jika Anda memotret di bulan yang berbeda. Memotret purnama di titik ini pada bulan Januari, akan berbeda dengan memotret purnama di titik ini pada bulan Maret. Gunakan semua alat bantu baca, untuk dapat membaca siklus edar semua peralatan antariksa di jagad raya. Saya suka melemparkan pertanyaan usil di setiap kali diskusi. “Kita tahu matahari terbit dari arah timur dan terbenam di barat. Apa ada yang mengamati, bulan terbit dari arah mana dan akan terbenam dimana?”
  5. Time. Lebih detail dari kapan terbitnya matahari atau rembulan, tapi juga kapan sesuatu akan menjadi sekali dalam sekian lama. Kapan sesuatu terjadi sekali setahun, kapan sesuatu terjadi sekali dalam delapan tahun, kapan sesuatu terjadi sekali dalam sekian puluh tahun. Karena itu ukuran waktu berapa lama seorang fotografer harus mempersiapkan framenya.

Lima hal itu saja. Semoga menjadi ilmu.

Eny Erawati, S.Sn

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di enyerawati, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, Photo Critics, photography phenomena dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s