Bahasa Kyai Bahasa nir Bahasa

Aku sowan ndalem sebelum berangkat ngajar.
Antara ndalem dan sekolah memang cuma selisih satu gedung ma’had.
Tapi tidak pernah ada yang namanya kyai menjengukku di kelas.
Selama ini, aku cuma paham kode kode cara kyai menyapaku saat aku di kelas.
Bahasa nir bahasa, begitu lah gampangnya.

Kemarin, aku salim gus Ali sebelum mengajar.
“Yok opo, awakmu wes mulih a? wes mbalik ngajar maneh a?”
Aku menunduk. Sambil menjawab, “ini baru mau ngajar gus”

Andai bluetooth, itu adalah bahasa pairing connection.
Bahasa nir bahasa.

Di dalam kelas, aku sedang bervolume tinggi berusaha menguasai kelas yang jumlahnya puluhan anak mayoritas cowok semua.
Anak anak kelas satu yang baru mau gede. Gimana menjelaskannya ya.
Lalu, khodim kyai kujumpai berdiri di pintu kelasku.
“Pemisi bu, ada Rama? Rama dipanggil kyai. Maaf bu ya.”
Aku melihat anak laki laki yang baru sedetik lalu menghampiriku membicarakan flash disknya berdiri memenuhi panggilan itu.
“Kamu bernama Rama?” tanyaku.
Dia menoleh ke arahku, mengangguk, lalu keluar kelas memenuhi panggilan kyai.
Dia bukan orang jawa, dari tampilannya. Maka maafkan sikapnya yang tidak njawani.
Aku berpikir.
Bahasa nir bahasa.
Gus Ali dan panggilannya untuk si Rama di kelasku.
Sekali lagi, bahasa nir bahasa.

Tak lama kemudian, dia sudah kembali di depanku, membicarakan flash disknya lagi. Aku berkedip beberapa kali melihat kepadanya. Dia tampak pintar. Semoga dia sepintar tampaknya. Dia tampak sungguh sungguh berminat pada kelasku. Tapi dia tidak membawa laptop. Aku tidak tahu harus berkata apa tentang itu.

Bahasa nir bahasa.
Bahasa kyai itu, bahasa nir bahasa.
Meski aku berusaha membiasakan diri mendengarkan bahasa nir bahasa, ada kalanya aku blank membaca terjemahannya.

Kukatakan pada kalian saja ya teman,
Bahasa kyai itu, bahasa nir bahasa.
Berlatihlah mendengarkannya.
kalau terlatih, siapa tahu, kita juga bisa mendengarkan bahasa Rabbuna ketika sedang berkomunikasi dengan kita.

enyerawati 07092014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s