Computer over Motor

“hari ini kalian bawa laptop?”
dan aku menjumpai muka muka yang agak takut-takut untuk menjawabku.

“Selama kita di lab, memang, kita bisa berkemungkinan menyelesaikan masalah. Saya juga bisa saja mengajar Anda tanpa Anda perlu memakai laptop. Tapi komputer lab adalah punya orang. Saya ingin bilang kenalilah senjata anda sendiri. Tidak ada perang yang bisa kita menangkan, jika kita tidak menguasai senjata kita. Dan jika kita bergantung pada senjata orang, in the end, we’ll got nothing.”

Saya laptop tumbas sendiri. Dulu saya bisa punya uang cukup untuk tumbas laptop saya sendiri. Orang tua saya membelikan saya laptop cuma satu kali, saat saya sekolah. Komputer yang selanjutnya adalah komputer komputer yang kami beli sendiri. Dan aturan itu, saya harap ditiru oleh semua orang tua.

Anak anak akan butuh komputer seumur hidupnya. Bahkan ketika jaman belum ‘mengijinkan’ kita memiliki komputer dengan murah dan mudah. Sampai tangan dan otaknya mungkin tidak bisa keep up dengan bahasa komputer terbaru. Tapi mereka akan membutuhkan komputer, seumur hidupnya.

Belikan untuk mereka SATU kali saja. Selanjutnya mereka harus menabung, dan mencari cara untuk membeli laptop atau komputer baru di tahun ke tiga atau di tahun ke limanya. Belikan spek tertinggi di jamannya. Lalu ajarkan anak untuk menghitung mundur, bahwa dia akan bisa mengupdate komputernya sendiri, dengan uangnya sendiri, 3 atau 5 tahun dari sekarang.

“komputer yang bagaimana yang kita butuhkan (sebagai pebelajar desain grafis), maam?”
“komputer yang kita butuhkan sesungguhnya adalah laptop yang seharga dengan kendaraan kalian. Kalian naik apa? motor? motor harga berapa? segitulah sebenarnya komputer yang kalian butuhkan.”

Kalau boleh aku ingin katakan, jangan belikan motor, karena adalah wajar seorang pencari ilmu untuk berperjalanan dengan berjalan kaki. Pake transportasi umum ya wajar lah. Tidak usah dibelikan motor segala. Apalagi mobil.
Belikan anak anak Anda, komputer seharga kendaraan itu.
Dibelikan kendaraan, mereka jadi susah dipegang buntutnya.
Dibelikan komputer mereka masih dipaksa mikir nyari duit untuk tumbas komputer pengganti (update upgrade) di tahun ke 3 atau tahun ke 5 nya.
Mana yang lebih mencerdaskan dan masuk akal coba?

Jangan diberi uang jajan. Mereka akan cenderung njajan di luaran (ngandok) dan tidak berpikir utk makan makanan rumah. Ujungnya, Anda tidak punya kontrol jenis makanan sehalal apa yang masuk ke perut anak anda. Bagaimana anda bisa berharap mereka akan punya ilmu atau hidup yang manfaat jika kemasukkan makanan tidak terlalu halal?

Sisa energi anda, kerahkan untuk memaksa pejabat daerah menyediakan transportasi umum yang enak layak untuk anak anak anda. Pukul kepala para pejabat yang memikirkan dirinya sendiri lalu lupa ngopeni anak anak anda.
Karena percuma anda banting tulang mencarikan anak anak anda uang, jika mereka makan makanan kurang bener dijalan, dan bertata hidup kayak anak ilang yang tidak punya aturan (apalagi jika tidak mengindahkan aturan anda, sebagai orang tuanya). Mereka yang tidak ber-peraturan tata berkehidupan family base, biasanya, akan menjadi orang orang yang tercabut kemanusiaannya.

Dan family base, adalah jika di rumah, ada orang orang yang care dan saling menjaga tata kehidupan masing masing anggota keluarga itu, dengan menimbang keridhoan sang Pencipta atas apapun yang mereka lakukan dalam kesehariannya.

Computer over motor?
Well,
Anda ingin anak anda mampu mengendarai jaman, atau
Anda ingin anak ada dikendarai jaman?

Terserah anda sih.
enyerawati 17092014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s