Monthly Archives: Oktober 2014

Exposure Triangle dan Exposure Value

Simulator untuk mempelajari kontrol elemen dari exposure canon dan camerasim Iklan

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Standar paling dasar di fotografi kami

Perasaanku berkecamuk, Beragam kalimat bertempur dengan logikaku didalam otak. Aku memilih yakin, Allah cuma ingin melindungiku dr beratnya pertanggung jawaban lidahku. Stress, sepertinya tidak. Aku hanya terlalu sering menggigit lidahku, menahan kata. Tugas sudah ditunaikan, Aku bisa pulang dengan tenang, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

HAKI dan Photographer Indonesia

HAKI photography, UU terbaru: Kembali mengingatkan pd teman teman fotografer, meski by the law karya anda dilindungi secara otomatis. Tapi anda harus bisa membuktikan tanggal kepemilikan anda atas foto tersebut. Terutama jika diunggah ke internet (apapun tujuannya). Adalah lebih baik … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Catatan Sejarah yang melatar belakangi Kongres Fotografi Indonesia

Catatan penting ttg kongres fotografi Indonesia. Tidak akan ditemukan di pencatat sejarah manapun. 1. Ada yg berpendapat, Bu Marie Elka telah meletakkan foundation penting dengan penyelenggaraan kongres ini. Inisiator endorsernya pemerintah, maka otomatis by legal law, hasilnya diakui negara. Saya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Nama yang Tepat

Catatan pinggir Kongres Fotografi Indonesia 2014 Aku bisa menceritakan banyak nama yg tertera di screen saat diusulkan. Sebagiannya bisa kutunjuk dan kuceritakan dengan mata terpejam. Aku terlalu hafal. Sebagian lainnya bisa kugolongkan ‘orang baru’ meski secara yuswo, sudah sepuh. Apa … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Demi Waktu

Waktu :: Memprotes kenapa ied bisa beda beda negara, sama dengan memprotes kenapa di papua sudah gelap padahal di jakarta masih belum jamnya pulang kantor. Memprotes kenapa ied bisa bed beda negara, sama dengan mempertanyakan kenapa indonesia jam 8 sementara … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , , | Tinggalkan komentar

Demi Waktu

Demi waktu :: Kau bertanya, Kapan jam berapa maghrib di kota ini? Si salik menjawab dengan senyuman Kita harus melihat tergelincirnya matahari, Tak perduli apa kata jam berteknologi yang ada di tanganmu Kau bertanya waktu, Maka jawabannya bukanlah soal angka … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di eny bicara Fenomena | Tag , | Tinggalkan komentar