Standar paling dasar di fotografi kami

Perasaanku berkecamuk,

Beragam kalimat bertempur dengan logikaku didalam otak. Aku memilih yakin, Allah cuma ingin melindungiku dr beratnya pertanggung jawaban lidahku.

Stress, sepertinya tidak.
Aku hanya terlalu sering menggigit lidahku, menahan kata.

Tugas sudah ditunaikan,
Aku bisa pulang dengan tenang, sekarang

Ibarat membangun rel kereta antar propinsi untuk menghubungkan dua kota dibalik gunung,
Aku sdh menginisiasi ide pembuatan rel utk menembus gunung.
Tidak menjadi arsitek relnya, tidak menjadi mandor pembangunannya, tidak menjadi pemungut tiketnya pun, tidak lagi penting bukan?!

Bukankah dari jaman kuliah di Ikj, apapun yg kulakukan tidak pernah masuk dalam struktur?
Pokoknya, dua kota berbalik gunung itu terhubung, pokoknya manusianya bisa mudah bertransportasi, pokoknya ide besarnya, terwujud.
Toh dunia dan seisinya bukan milikku.
Apalagi cuma dunia fotografi.

Standard dan sertifikasi sedang runcing dibicarakan banyak orang. Aku sudah menyampaikan warning pada perumus parameter sertifikasi tersebut. Bahwa kami sdh memakai parameter basic yg sesuai dengan jaman, dalam 4 tahun keseharian kami. Warga kota kecil yang jauh banget dari Jakarta.

Jika standar Jakarta lebih rendah dr standar basic yg kami pakai, bisa jadi, pemegang standar itupun nanti tidak akan mampu bersaing dengan photographer luar.

Mengajari, baik terhadap org pun masyarakat, sudah kami lakukan. Tanpa bantuan orang.
Tapi tidak pake memaksa. Maka either mereka mau belajar, atau mung nyawang doang dari pinggiran gelanggang, itu hak masing2 org bukan?!
Lagian, yg kami ajarkan, cuma basic yg sangat dasar kok.

Warning sudah disoundingkan.
Ide sudah disampaikan.

Lagi lagi, jangan berharap aku ‘dimasukkan ke struktur’ apapun, legal apalagi formal.
Biasanya, itu semacam sesuatu di angan2 yg tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Dari dulu begitu kok.

Ikhlas adalah sudah berusaha sekuat tenaga, sampai titik akhirnya, lalu menunggu, apa kata rejeki yang diberikan pada kita.

Eny Erawati 13102014

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s