Penanggalan Jawa dan penanggalan islam

Yang dilakukan raja jawa agar orang jawa beribadah tanpa merasa adalah cuma dengan mengganti nama nama penanggalan jawa. Makanya ada bulan Suro, Sapar, Mulud, Bada Mulud dan seterusnya.
Pada bulan bulan itu, ada kegiatan ibadah yang dilazimkan utk dilakukan bersama sama dan tidak ada satu orangpun yang merasa terpaksa beribadah. Tidak melakukan kesunnahan yang dilazimkan itu akan menjadi aneh dimata masyarakat.
Kok wong jowo, urip ndek jowo, mulud ora muludan, iku koyo wayah poso nangin ura poso.
Kok ada orang jawa tinggal di jawa, lalu ketika bulan mawlid dan dia tidak ikut kegiatan maulid, itu seperti berada di bulan puasa (ramadhan) tapi tidak puasa.
Sama dengan, jika saat bulan Ruwah kok tidak mengirim doa buat arwah.

Mengganti nama bulan bulan jawa bukan tujuan utamanya. Yang penting, masyarakat menkadi terbiasa dan tidak berkeberatan melakukan kesunnahan-kesunnahan di waktu waktu utama utk melakukannya.
Mengajak, dan mengajak untuk melakukan kesunnahan secara bersama sama sehingga tidak terasa berat dalam melakukannya.

Ruwah > doa buat arwah
Mulud > berkegiatan maulid. Kesunnahan melakukan hal hal pada bulan maulid adalah :
1. Hadist dikatakan bahwa Umar ibn Khottob ra: Barangsiapa berinfak pada saat mawlidurrosul maka nanti pada hari akhirat akan kuanggap sebagai bagian dari golonganku
2. Hadist Umar ibn Khottob: barangsiapa mengagung agungkan mawlidurrosul saw, maka orang itu sesungguhnya termasuk menghidup hidupkan ajaran agama islam.
3. Sayyidina Ustman: man saqodir … zaman … barangsiapa berinfak untuk mawlid nabi maka ia seakan akan melihat (berada pada masa) perang Badar dan perang Hunain.
4. Ma’ruf al Karfi: Barangsiapa membacakan bacaan mawlid pada garam, gula, bahan apa saja yang dimakan, maka bahan bahan makanan itu tidak akan bisa tenang sampai Allah mengampuni siapapun yang memakannya.
5. Ma’ruf al Karfi: dan siapa yang membaca bacaan mawlid pada air dan barangsiapa yang meminumnya, maka akan masuk ke dalam hatinya 1000 nur rahmat lillah. Maka keluar dari hatinya 1000 macam penyakit hati dan uneg uneg yg jelek. Maka hatinya tidak akan mati di jaman orang orang lain hatinya menjadi mati.

Raja jawa, Sultan Agung Mataram, mengajak masyarakat utk melakukan keutamaan melakukan ibadah sunnah sunnah itu dalam kegiatan yang dilazimkan untuk dilakukan bersama sama, dan mengganti nama bulan sebagai penanda waktu kapan melakukan apa dengan nama jawa agar mudah diingat oleh orang jawa. Kegiatan yang dicontohkan oleh raja dan kerajaan dan dilakukan bersama sama dengan seluruh rakyat.
Kegiatan yang kemudian rakyat menamainya sebagai kegiatan MULUDAN.
Raja yang membawa semua rakyatnya melakukan ibadah sunnah (yang paling banyak barakahnya pada kesunnahan itu) tanpa mereka merasa terpaksa melakukannya.

[Ada disinggung kesunnahan tentang merenovasi rumah dan tempat umum, memperbaiki dan mengindahkan masjid juga. Hadist lima yang diatas itu, cukup lah ya].

Catatan ngaji Mawlid di masjid Agung Jami Malang, 12 Rabiul Awwal | 03012015 dengan KH Ma’ruf

halah

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s