Penilaian Manusia atas Anda

Kadang, seseorang memegang jadwal jaga malam di kampungnya, tapi karena management badannya tidak canggih, ia kalah oleh rasa kantuknya.

Pada saat si pemegang piket jaga malam itu tertidur di pos jaga, apa yang mampu dilihat oleh manusia lain yang melewatinya?

Dia sebagai pemegang piket jaga yang ketiduran.
Atau,
Dia sebagai orang yg sangat teledor, tidak bisa dipercaya, terutama karena ia ketiduran saat menjadi pemegang piket jaga.

Manusia lazim, akan melihat yang mana?

Wahai ustadz, guru, yang masuk golongan  anyaran. Saya cuma mengingatkan.

Sebaik baik orang bisa menghargai Anda sebagai pemegang piket tugas menjaga, jika Anda ketiduran dan menurutkan kemanusiawian ukuran manusia, maka kemungkinan orang akan menghargai anda sebagai manusia, masih lebih sedikit dibanding orang yang menilai anda sebagai si teledor yang tidur saat piket jaga.

Tidak ada alasan kemanusiaan yg bisa membolehkan anda untuk bertingkah ‘lazim’ menurut ukuran manusia manakala yang anda emban adalah surat piket dari Rabbuna.

Tentu saja saya tak kuasa mengingatkan yg kadung kyai, ya.

Semanten kemawon, ngapunten.
enyerawati

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s