Dunia isinya bukan cuma kita

Melihat selentingan postingan di grup sosmed, saya jadi merasa perlu mengingatkan satu logika sederhana.

Dunia ini, isinya bukan cuma kita, luasannya juga tidak seluas ranah pandang kita saja, apalagi maunya. Bukan didesain seperti mau nya kita. Kadang gak memper blas, bahkan.

Maka aneh jika ketidakmampuan kita melihat gemintang di angkasa, membuat kita beranggapan bahwa di langit TIDAK ADA bintang.
Mau siang ataupun malam, bintang bintang di langit itu TETAP ADA.

Dunia ini isinya bukan cuma kita. Ada yg bernama tukang somay, ada yang bernama tukang parkir, ada yang bernama pilot, ada yang bernama tukang gali tambang, ada yang bernama fotografer, ada yang bernama pebelajar fotografi, ada yang bernama penghobi fotografi (entah nama bakunya bagaimana menurut kamus besar bahasa indonesia), ada pula yang bernama pebelajar desain atau tepatnya pebelajar digital imaging.

Dunia isinya bukan cuma kita.

Mau tukang somay nya cuma buka malam, atau siang, pokok yang namanya tukang somay itu, ADA.
Mau dia lewat pas kita pipis, atau dia lewat pas kita lagi nonton di studio 2, pokok yang namanya tukang somay itu, ADA.
Dan aneh, manakala hanya karena anda tidak melihat lewatnya si tukang somay, membuat anda berkesimpulan bahwa didunia ini, tukang somay itu TIDAK ADA.

Normatif bersosmed
Apa yang anda bagikan ke public, bukan lagi menjadi milik anda semata.
Lebih spesifik: apa yang anda unggah via internet, setara dengan anda merelakannya untuk diambil dan atau dishare kapan saja, kemana saja.

Hukumnya dimana?
Hukum baru bisa bicara, jika ada yang mengambil keuntungan (baca; manfaat ekonomi) dari memakai karya anda itu, utuh atau sebagian.
Jika utk kepentingan belajar, tidak ada keuntungan ekonomi, maka tidak ada hukum yang bisa diterapkan kecuali hukum normatif.

Hukum normatifnya apa?
Itu tadi.
Apa yang anda unggah via internet, itu sama artinya dengan anda sudah merelakan karya anda untuk diambil (download) dan atau dishare kapan saja, kemana saja.

Jika ada yang menghilangkan watermark anda, itu violence againts rights namanya. Kekerasan atas hak cipta, SAJA.

Jika anda pasang (unggah) tanpa watermark, ya berarti anda tergolong manusia baik hati. Yang menyediakan gambar sumber bagi pebelajar, supaya mereka bisa belajar. Kewajiban mereka cuma memberi backlink, atau menuliskan sumber referensi. Persis seperti skripsian kita, atau thesis. (Semoga tidak lupa bagaimana ketika mengerjakan skripsi dulu). Tapi anak smp sma juga diajari menuliskan backlink di presentasi mereka kok. Saya yakin anda tidak lupa lah.

Jika tidak suka dengan aturan normatif itu, jangan mengunggahnya. As simple as that.
Karena dimata hukum, perbuatan mendownload gambar sumber lalu mengubahnya secara digital dan menguploadnya lagi, itu prosedural lazim bagi pelaku Digital Imaging, bukan sebuah masalah hukum.

Ya gini ini masalah nya manakala sebaran informasi berhenti di Jakarta dan kota tertentu saja. Kota kecil yang jauh dan tidak kuat memanggil orang jakarta ini, jadi tidak kebagian informasi.

Seruan:
Begitu uu hak cipta itu ditandatangani presiden, roadshow sosialisasi, kota kecil kami jangan sampai kelewatan ya pak.
Bikinnya di Balaikota saja. Semua kegiatan sosialisai biasanya diselenggarakan disitu kok. Kalau tidak muat, bisa dibuat sesi duanya.

Jika Anda penghobi, atau apapun istilahnya sesuai kamus besar, jangan buru buru ngambek pada langit ya.
Saya tawarkan solusi yang nggeregtke bagi pendownload, jika anda tak suka gambar anda dipakai ulang.
Watermarking didalam ditengah frame foto anda. Somewhere ditempat yang nggeregetke untuk dilihat.
Againts mainstream dan estetika, tapi aman bagi ketidaksukaan anda.
Itu tawaran solusi saya.

Eny Erawati 01052015

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s