Mencari Sejati

Siapakah aku, dulu hanyalah pertanyaan sederhana yang selalu menuai jawaban penuh makna, lalu kemudian menuai jawaban asal saja, hingga pada akhirnya di masa sekarang pertanyaan itu menuai ekspresi bingung –seperti orang yang tak memahami dirinya siapa.
Sehingga, di era post modern ini, muncullah aneka seminar dan workshop, yang membelajarkan bagaimana mencari jawaban dari pertanyaan sederhana itu. Pertanyaan sesederhana siapakah aku?
Lalu, siapakah sejatinya diriku?

Hari berlanjut, masa bergulir.
Ada tahapan masalah manajemen emosi dimana orang mengalami fase denial terhadap masalah, dan ketika logikanya mulai akan menerima masalah, ia terlebih dulu mencari kambing hitam untuk menumpahkan kekesalannya. Seperti anak anak yang menghindari kemarahan ibu dengan mengatakan bahwa anjingnya lah yang membuang sayuran ke lantai dan bukan dirinya.

Dia paham bahwa apa yang dilakukannya salah, tapi menolak untuk disalahkan. Alih alih bertanggung jawab, si anak menyalahkan doggy nya.

Begitu pula dengan orang dewasa. Masa masa denial tersebut memperparah kegamangan pada gelembung logika tentang siapakah aku.

Andai orang dewasa bisa mendeskripsikan satu kalimat tentang dirinya, maka, sikap denialnya akan membuatnya merasa harus memunculkan karakter lain yang tidak sama dengan karakter pertama.

Semisal, saya adalah pengajar, tapi juga pembelajar.

Berdasarkan penelitian, generasi milenium merasa dirinya seorang multi tasker, yaitu orang yang kapabel untuk melakukan banyak hal sekaligus dan bersamaan.
Dengan toleransi yang rendah terhadap apapun yang bergerak tidak sama cepat dengan dirinya.

Jika seseorang bertanya, siapakah anda? Lalu anda tidak dapat memberikan jawaban seketika, maka nilai anda akan jatuh, apapun jawaban anda nanti.

Jika seseorang bertanya, siapakah anda? Lalu anda menunjukka  jawaban yang berkesebalikan, maka anda sangat mungkin dinilai sebagai kekanak kanakan.

Jika seseorang bertanya, siapakah anda? Lalu anda memberikan hanya satu jawaban, maka sangat mungkin orang akan mempercayakan sesuatu pada anda, tapi tidak akan membayar anda. Dengan penilaian, dianggap kurang kapabel.

Siapakah anda?
Dan kesejatian diri sedang dipertaruhkan disana.

Orang hanya mau mendengar apa yang siap dia dengar -Mahatma Gandhi.

enyerawati, 25082015

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s