Mencatat terjemahan tadz Faris

Masih takjub dengan kelakuanku jumatan tadi.
Aku di perpus, di kafe nya perpus tepatnya. Dengan mantap membuka android dan membuka app masjid jami Malang.
Menekan tombol play, dan terdengarlah olehku ceramah jumat itu.
Berbahasa arab.
Seketika otakku berbunyi, ‘Ada bib ini. Dan pasti tadz Faris’.
Padahal maksudku adalah syaikh, atau salah satu dari para dosennya tadz Faris dari kampusnya dulu lah.
Kuraih laptop, dan memasang headset. Takut dianggap polusi suara oleh yang tidak jumatan.
Dengan laptop siap jalan, headset dan app streamingan masjid jami, aku (berusaha) menuliskan semua yang dikatakan/diterjemahkan oleh tadz Faris.
Memakai saar bahasa arab sebagai jeda istirahat mengetik.
Kecepatan ngetikku? Memalukan.
Speednya kalah jauh ama speed translate nya tadz Faris. Cuwepet banget je. Tapi saya tidak mau menyerah.
Saya harus mengejar speednya tadz Faris.
Ustadz kekinian itu, harus diuber speednya. Or else, ditinggal ama dia *eh.
Walhasil, karena speed, maka saya salah tulis dimana mana. Dan tidak berniat mengeditnya. Biar saja. Biar menjadi catatan sejarah.
One day, sejarah itu akan sampai pada telinga tadz Faris, bahwa dibelahan bumi entah bagian mana, pasti ada manusia ganteng yang sedang mencatat ngajinya. Dimanapun dia, dengan kondisi apapun adanya. So, beware pada speed bicara.

*look who’s talking?! heuheuheu saya juga dianggap kecepeten kok tadz. *peace.

Intinya, saya bisa menuliskan real time, kira kira 80% dari terjemahan tadz Faris.
Andai saya keluar kelas lebih awal dan mendengarkan ceramah lebih awal mungkin transkrip saya bisa disimpan sebagai data otentik. Lha ini, cuma segitu duank.
Andai tadz Faris menerjemahkan lebih pelan, mungkin saltul saya bisa diminimalisir.

Apapun adanya, saya masih takjub mengingatnya.

enyerawati munif, 19092015

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s