Rencana pameran kelas inspirasi

Sedikit cerita hari ini
(semoga bahasaku keren hari ini)

Matahari malu malu mewarnai langit sejak pagi tadi. Dengan kesadaran penuh, aku tahu akan memenuhi seseorang saat brunch nanti. Jam sebelas, terlalu pagi untuk disebut tengah hari, terlalu siang untuk disebut pagi.

Aku tahu, saat brunch, aku akan menemui seseorang yang akan pameran foto suatu hari nanti. Mungkin bulan depan, mungkin masih lebih lama lagi. Logikanya dia membawa banyaj foto utk dipresentasi. Dan aku akan menjadi pembaca foto, tahap paling awal dari sebuah proses kurasi.

Sopan, begitu impresi yang kudapatkan dari anak ini. Dari awal, dia berkata dengan mantap bahwa para fotografer akan sedia untuk disuruh kembali ke lokasi, demi melengkapi cerita, jika itu yang kuminta dari presentasi hari ini. Adab yg benar seorang fotografer untuk menghadap kurator, ya memang begitu. Harus siap untuk disuruh kembali ke lokasi lagi.
Adab yang benar seorang kurator terhadap fotografer adalah mampu membuat si fotografer ‘melipat udelnya’, meletakkan seleranya jauh jauh, dan memahami kesulitan si fotografer di satu sampai tiga detik pertama saat melihat fotonya, kemudian memberi inspirasi bagaimana memotret yg komunikatif dalam menyampaikan pesan.
Satu sampai tiga detik. Lebih dari itu, berarti ada masalah.
Karena dia sopan, maka aku pun juga sopan.

Aku membacakan folder demi folder padanya. Kira kira 30-40an fotografer. Dan dia nampak senang mendengarkan cerita bacaanku atas foto yg dipresentasikannya.
“Kritis juga ya” sesekali kudengar dia menggumam begitu. Yang menandakan bahwa dia tidak pernah mengalami proses kuratorialship yang utuh dan benar sebelum ini.
Air mukanya tampak bahagia. Tapi dia tidak menganggapku ganteng, sehingga ketika ia memotretku, angle pilihannya tidak asik.
Aku menyuruhnya memotretku dengan kameranya, tapi aku yang mengarahkannya. Mengajarinya mengatakan apa yang ingin dikatakannya dengan framming yang lebih ‘genah’.
“Bagaimana gambarnya? Apa beda frammingku dan frammingmu” tanyaku padanya. Dia manggut manggut seperti memahami arahku mau membuktikan apa. Semoga saja.

Sesi kuratorial itu kuakhiri setelah green tea frappeku habis dan bau air hujan sudah mulai tercium oleh kami.

“Jadi, bagaimana kesimpulannya, silahkan kau simpulkan sendiri lah ya” kataku.
“Andai memungkinkan, atau diperbolehkan, aku akan sangat bahagia jika pamerannya nanti bisa diselenggarakan di kampusku, UM. Selasar perpus mungkin, atau entah dimana. Agak beresiko pengunjungnya terlalu sedikit sih. Tapi target pameran di kampus, bagiku, bukan soal pamerannya. Tapi penyelenggaraan kuratorialshipnya. Pendidikan apresiasi yang dipraktekkan dalam dunia nyata. Kuratorialship tidak pernah hanya sekedar kajian teori atau menulis kata pembuka saat pameran, bagiku. Kuratorialship adalah rangkaian kegiatan utuh mengkomunikasikan persepsi visual, yang harus dipersiapkan dan diukur, diamati, dari sejak persiapan memotret, sampai ke respon pengunjung pamerannya. Sebuah action reseach yang sangat detail, njelimet, dan kubudayakan untuk.berlaku sejak bertahun tahun lalu diantara komunitas fotografi yang mengenalku.

Panitia dokumentasi Kelas Inspirasi ini cukup sopan padaku. Dan seleranya potensial bagus.

Semoga selasar perpus bisa disulap menjadi ruang pamer ala kurator mbegedud ini. Dan buku cerita kelas inspirasi malang bisa dipamerkan hari yang sama dengan saat pameran.
Semoga saja …

enyerawati 21022016

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s