Apa yang Anda Pelajari Hari Ini?

Menirukan prof, saya selalu bertanya pada masyarakat di kelas saya, apa yang kalian pelajari hari ini?
 
“Kalau tidak belajar apa apa, gak usah kuliah saja, ngapain? Buang-buang uang” kalimat pedas saya hari ini.
Kalimat itu, jangan dipotong sampai situ saja. Dengarkan terusannya.
“Jika kalian merasa tidak belajar apa apa dari satu dosen di satu matakuliah, bertanyalah. Cari apa-apa yang Anda ingin pelajari dari dosen itu. Pepet. Kondisikan supaya dosen, menjelaskan. Ilmu dosen Anda itu banyak. Tapi seringkali, sang dosen tidak mau menjelaskan KALAU tidak ditanya. Jadi, bertanyalah.”
 
Kalimat itu, tidak berhenti disitu saja.
“Jika pengkondisian anda buntu, naga naganya si dosen tidak memiliki cukup pengetahuan, maka, berhentilah untuk memaksanya. Or else, dia akan marah karena merasa kepepet”
Dalam hati, saya membatinkan kalimat terusannya. ‘Gantilah menjadi doa, agar pak rektor segera mengetahuinya via kuesioner di akhir semesteran itu, lalu segera mengganti dengan dosen yang lebih berpengetahuan, demi masa depan pendidikan adik adik kita nanti.’
 
Muka muka yang agak apatis itu mulai usrek. Saya menyengaja, seringkali memakai bahasa inggris dalam kelas itu. Keminggris. Dan, kadang, saya mendemokan, bagaimana sih ‘memahami bahasa inggris’ dalam keseharian hidup di universitas itu.
Kadang, saya minta salah satu dari mereka membacakan tulisannya, dan saya terjemahkan saat itu juga, bagian per bagian. Tanpa gugel, tanpa kamus.
Dan untuk ini, mereka yang apatis pada bahasa inggris, akan makin bermasalah dengan saya.
 
Visinya cuma satu, semoga inputan pendidikan lanjut nanti, kualitasnya lebih baik dibanding yang sekarang.
 
“Data. Desainer seperti kita, tidak bekerja berdasarkan mood. Tapi berdasarkan data. Cari data. Dapatkan koneksi yang jadi hak Anda. semua itu, ada di perpus. Jadi, ngendon lah di perpus. Saya mengatakan ini berkali kali. Ke perpus sana loh”
Bukan koneksi wi-fi nya yang ‘mitos’, tapi sikap tidak mau mendekati routernya itu yang tergolong gemblung untuk ukuran mahasiswa. Tentu saja, saya tidak menyatakannya dalam kalimat.
 
“Kali ini saya meng quote kalimat beliau kata per kata. Kalau Anda tidak pernah ke perpus, maka jangan berharap skripsi atau tesis anda bagus”
 
“Jadi, apa yang kalian pelajari hari ini?”
 
Barulah muncul aneka jawaban itu.
“Belajar berpikir kritis, bu.”
“Belajar ngomong di depan”
“Belajar berpikir …” lalu tangannya bergerak gerak, seperti mengatakan sesuatu. Dia tidak punya grammar semacam prosedur, atau step by step rupanya.
“Belajar berpikir apa sih SWOT”
ada banyak jawaban lain, yang dijawab dengan bahasa tubuh agak lebih percaya diri. Diantaranya, ada yang bersuara lirih,
“Ngendon di perpus” dan dia mengatakannya sambil setengah menunduk.
 
🙂
 
Selain bermasalah di bersuara, bermasalah di bahasa inggris, ada yang bermasalah dengan ‘ngendon di perpus’ rupanya.
 
Semoga, tidak pernah ada yang bermasalah dengan komputer ya. 🙂
 
catatan mengajar, enyerawati
Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, eny bicara Fenomena, enyerawati, graphic design, ilmu melihat, Kegiatan Pembelajaran, kehidupan kampus, kelasku, mahasiswaku dan tag , . Tandai permalink.

One Response to Apa yang Anda Pelajari Hari Ini?

  1. Ping-balik: Catatan Mbadali Jaga Kelas | Eny Erawati's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s