Kecerdasan Manusia yang Ditukar dengan Uang 

​Membaca tulisan orang orang, saling silang melihat fenomena betapa gemblungnya orang orang jaman sekarang. Lamat lamat aku membatinkan kata:

Kala kepintaran bisa dibeli manusia, maka saat itulah ia menjadi tak ada harganya sebagai manusia.

::

Sebagai jasad, sungguh, ayam saja lebih berharga dari manusia. Jasad yang ketinggal nyawa, mahal mana jasad ayam dan jasad manusia?
Sebagai yang mengaku memiliki akhlak, syetan lebih berakhlak daripada manusia. Buktinya, tak sekalipun syetan bergerak tanpa ijin Rabbuna. MOUnya sederhana. Ijin untuk boleh menggoda. CUMA menggoda. Dan cuma menggoda pun, syetan perlu perlunya ngurus ijinnya segala. 

Bandingkan dengan tingkah manusia.
Sebagai yang mengaku memiliki kecerdasan (logika) diatas primata, coba lihat, bagaimana kita telah menggunakan logika. Percaya pada hal hal yang jelas tipu belaka. Pengadilan dibeli, keadilan hanya tinggal gaungnya belaka. Para ‘mulut bau’, kata prof Sahetapy, its such a lost aku tak bisa lagi mendengar pendapatnya sebagai pakar hukum yang masih percaya dan menegakkan hukum berkeadilan.
Kecerdasan sudah ditukar dengan uang.

Maka hilanglah harga dirinya sebagai manusia, seketika.
Eny Erawati, 05102016

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s