Mengapa Ingin Menjadi Berharga Baginya

enyerawati_berbagi-hati

[catatan berbagi hati dengan pinus nan tinggi]

Sang pinus, dalam mendung, bertanya dengan suara lirihnya
“Mengapa kau ingin menjadi berharga dimatanya?”
“Kau tahu film korea? Cerita mereka selalu mirip mirip saja. Tentang betapa bodohnya manusia menghargai waktu dan kesempatan dalam hidupnya.
Aku kehilangan orang yang paling sudi menarik langit membumi untukku jika aku menginginkannya. Aku kehilangan kesempatan berterima kasih padanya, atau menunjukkan betapa aku mencintainya. Dan seperti cerita di film korea, aku begitu bodoh karena terlambat menyadarinya.
Dia tak seperti cintaku yang telah pulang ke rumah besarnya. Tapi Tuhan memberinya hak yang sama dengan cintaku, meski dalam waktu terbatas saja. Plus aku harus berebut hati, dengan yang lainnya. Baginya, aku hanya satu dari sejuta. Aku tak lebih berharga dibanding yang lainnya.
Mungkin itu yang membuatku menyederhanakan harap atasnya. Aku hanya ingin menjadi berharga dimatanya”

Angin berhembus, membaurkan aroma cemara, sang tetangga yang tak jauh di sebelah kananya.
Rerambut pinus bergoyang pelan dipermainkan bayu yang bermain dengannya.
Tepat kala aku mendongak, sang pinus menunduk padaku sembari berkata

“Lihat mataharimu sudah memunculkan dirinya. Dia menyayangimu dengan caranya. Kau tak perlu berusaha menjadi sesiapa yang tak penting bagi pemikirannya.
Dia menyayangimu, apapun dirimu, apa adanya. Percayalah …”

Aku mengalihkan pandang ke timur, tersenyum melihat matahari yang berkeras memunculkan diri dibalik mendung yang kelabu dan dinginnya begitu kasat mata.

Iya.
Matahari menyayangiku apa adanya
Aku akan meyakini itu, demi bahagia

enyerawati, 31122016

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, eny bicara Fenomena, foto by eny, ilmu melihat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s