Karena Ulahmu

Nalar:
Soal pipis.
1. Kalau tidak ada fenomena narkoba, kenapa musti repot repot meneliti pipisnya orang?!
2. Kalau kau tidak terindikasi narkoba, ngapain kau ribut mempersoalkan kenapa pipismu harus diteliti segala. Bukankah pada lazimnya, pada akhirnya, pipismu itu akan kau buang juga? Sesungguhnya kau tidak rugi apa apa. Lalu, kenapa kau meributkannya?

Ceramah jumat.
1. Kalau tidak ada fenomena yang membahayakan keutuhan kesatuan negara, ngapaian repot repot ngurusi ceramah masjid. Jumlah masjid se Indonesia ini ada berapa? Kalau tidak ‘levelnya sudah membahayakan’, ngapain repot mempelototi isi ceramah jumatan?! Ngurus haji saja, sudah cukup melelahkan lho. Tapi pembiaran kondisi kritis negara, rongrongan dari ranah agama, apa mau dibiarkan oleh pengurus hidup beragama?
2. Ceramah jumat akan divalidasi pemerintah. Jika kau bukan penceramah jumat, ngapain meributkan peraturan itu? It doesnt even touch you. Jika kau penceramah dan isi ceramahmu tidak pernah provokatif atau inspiratif menumbuhkan pemikiran yang mengancam stabilitas kebangsaan bernegara di Indonesia, ngapain takut? Ibaratnya: anda pengguna narkoba? Atau anda pengedar narkoba? Karena hanya dua jenis orang itulah yang seharusnya takut pada segala aturan anti narkoba.

Nalar: apa sudah demikian langkanya untuk digunakan dengan benar?!

enyerawati, 01022017

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena, fenomena dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s