Cukup

Cukup,
cukupkan otakmu memikirkan kota yang bukan kotamu.

Cukup,
Alihkan mata pada kota propinsimu yang akhir akhir ini banjir dan macet melulu

Cukup,
Mulai gunakan hati untuk menyambangi tetangga mu yang banjir berminggu-minggu
Pasuruan itu, sehari surut, sorenya hujan lagi, begitu terus selama berminggu-minggu
Sidoarjo itu, kalau hujan, jarak pandangnya bisa cuma 1 meter ke depan. Ujung mobilmu aja ndak kelihatan. Lalu, pada jalanan yang semua tambalannya lepas, lobangnya bisa membanting motor, dan sudah berapa korban yang tewas karena kalah bertahan
Amati jalanan, setiap harinya, pasti ada setidaknya 3 mobil besar yang kecelakaan. Setidaknya 3 di satu ruas jalan saja

Cukup,
Jangan lambemu membicarakan kotanya orang

Cukup,
Jangan energimu kau pakai jalan kaki migrasi ke kota orang

Nista,
Kau pengecut jika meninggalkan kotamu yang rusak parah, karena Jakarta lebih molek sekarang
Kau pikir, kemolekkan itu, usahanya siapa?

Cukup,
Pakai logika …
Pakai-lah logika …
Sebelum logika kita karatan dibodohi manusia lainnya

enyerawati, 07022017

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s