Gondelono Jubahe Kyai

Pada prof Dawud, saya pernah benar benar mager, nunut dengan dalih ‘gondolono jubahe kyai‘ itu. Saya ingat ibu yang duduk disebelah saya, tersenyum senyum mendengar saya mengatakannya. Jazakumullah.
Pada prof Djoko, my prof yang amat sangat banyak fans nya itu, filosofi gondelono jubahe kyai pada beliau akan bermakna beda. Berdasarkan patiten, setiap kali saya sedang berpikir perlu ‘gondelan pada jubah’nya -yang biasanya karena kepala saya hang atau sedang tersesat arah bacaan- maka biasanya, saat itu, beliau terjadwal keluar kota. Saya harus menunda sesi ‘golek gondelan‘ sampai beliau rawuh lagi. Mungkin saat itu, saya sendiri juga sudah lebih tenang dan kepala saya sudah lebih padhang.
Aslinya, filosofi ‘gondelono jubahe kyai‘ itu bermakna sederhana: contohlah paradigma, pola pikir dan cara tata hidup kyai-mu. Harusnya, pada santri model saya juga bermakna sesederhana itu. Namun sedikit anomali kan melambangkan kuasa Rabbuna yang Maha kreatif dan penuh kasih. Jadi, ya diterima saja lah. Apapun maknanya.
Dunia kan diciptakan menarik, sebagai ukuran. Lebih naksir pada dunia, atau lebih cinta pada Penciptanya?
enyerawati, 07022017
Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di eny bicara Fenomena. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s