Mengetahui, Mengerti, dan Memahami

enyerawati_tutorial_di_spcfx_02012017

Mengetahui, Mengerti, Paham
::
Mengetahui,
Berpusat pada Pengetahuan, beberapa bahkan percaya dan bertuhan pada pengetahuan. Pemeluknya memegang teguh syariat pengetahuan yang disebut metodologi empiris. Pengetahuan diperoleh dari upaya pemerolehan pengetahuan.
Islam menyebut level ini sebagai fase isma-asma dan abshar. (mendengar dan melihat)

Mengerti,
Berpusat pada Pengertian, percaya bahwa pengetahuan semata tidaklah mencukupi untuk hidup dengan bermartabat di kehidupan ini. Pemeluknya memegang teguh syariat pengetahuan sekaligus sangat membela hakekat kemanusiaan. Bahwa manusia, tidak cuma diberi akal, namun juga diberi kemampuan untuk mengerti. Pengertian, diperoleh dari upaya pemerolehan pengertian.
Islam menyebut level ini sebagai fase Iqro (=membaca). Tidak cuma melihat huruf tapi juga mengerti artinya.

Paham,
Berpusat pada Pemahaman, percaya bahwa mengerti adalah batu loncatan semata bagi seseorang untuk bisa memahami kehidupan. Pemeluknya sangat mampu bersikap bijak pada hampir segala hal; mampu meletakkan segala hal pada porsinya dan pada tempatnya, tidak prejudice, dan tidak berparadigma menghukum. Pemahaman bukan cuma soal membincangkan hati, namun mendengar dan menimbang nurani. Menumpukan pemikiran bukan hanya pada logika, atau perasaan, namun juga pada nurani dan imbasnya pada kehidupan. Cahaya ilmu bukan lagi tentang pengetahuan tentang keilmuan, atau pengertian tentang sesuatu, namun paham, apa imbas dan kebaikkan yang bisa disebar dengan ilmu tersebut. Cahaya ilmu, disadari bukan dari upaya pemerolehan manusia, tapi pemberian dari Tuhan.
Islam menyebut level ini sebagai af’idah.

Tahu – Ngerti – Paham.
eny erawati Munif, 05032017

Iklan

About enyerawati

i am just an ordinary girl, who fall in love with al Hikam, i have a bit of phographic background from Institut Kesenian Jakarta, and having a class at Desain Komunikasi Visual Univ. Negri Malang at the moment. i am an old student, well, ... kind of :)
Pos ini dipublikasikan di cerita eny, eny bicara Fenomena, fenomena, filsafat islam, ilmu melihat, islam, islam phylosophy, kehidupan kampus, Theories of Learning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s